Skip to main content

Peringati Hari Toleransi, "Cahaya Dari Timur" Akan Diputar 60 Layar

JAKARTA, AgenToleran.com -- Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November mendatang, Visinema dan Komunitas GUSDURian akan memutar film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku di 60 layar di seluruh Indonesia sebagai bagian kampanye toleransi yang diadakan oleh GUSDURian. 

"Jaringan GUSDURian selalu mengadakan kampanye toleransi. Ini tahun ketiga kami mengadakan kampanye ini dan temanya adalah 'Beda dan Setara'. Nah, kampanye kali ini juga salah satunya dilakukan lewat festival film-film toleransi dan film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku jadi salah satu film yang akan ditayangkan di 60 layar di Indonesia," kata putri Presiden Republik Indonesia keempat Abdurrahman Wahid atau Gusdur, Inayah Wahid mewakili komunitas GUSDURian dalam jumpa pers di Kedai Filosofi Kopi, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (13/11/2015). 

"Penayangannya bisa benar-benar di public space gitu. Entah di balai desa, lapangan, atau tempat apapun itu, terserah nanti panitia di daerah-daerah itu mau menayangkan di mana," lanjutnya. 

Lanjut Inayah, pemilihan film didasarkan pada cerita serta pesan yang ditawarkan. 

"Pertama film ini bagus dan entertaining. Kedua film ini pesannya kuat banget. Pesan toleransinya kuat dan juga membicarakan gimanaprosesnya untuk berdialog. Itu kami anggap sesuai dengan ide Gus Dur bahwa toleransi bukan soal pemahaman tapi pengalaman," ujarnya. 

"Harapannya bisa jadi stimulus untuk membuka ruang dialog soal toleransi," imbuhnya. 

Hal senada juga diungkapkan oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko yang menukangi "Cahaya Dari Timur: Beta Maluku". 

"Dari situ nantinya diharapkan ada trigger untuk membuka dialog dan diskusi lebih mendalam ketimbang hanya tayang di bioskop semata. Ini juga membuat nilai film lebih pure sebagai produk kebudayaan," tutur Angga.

"Nilai filmnya bisa lebih komplet," tambahnya. 

Selaku produser film tersebut Glenn Fredly berharap, nilai-nilai yang ditanamkan oleh Gus Dur soal toleransi bisa dibagikan melalui film ini. 

"Seperti ide Gus Dur bahwa toleransi harus jadi pengalaman. Kami berharap lewat film ini nantinya muncul diskusi dan ngobrol di ruang publik sehingga nilai-nilai yang diangkat GUSDURian soal toleransi bisa di-share," katanya. 

Selain Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, kegiatan kampanye ini juga akan memutar film-film toleransi karya komunitas yang dikompilasi oleh Yayasan Kampung Halaman, Panitia Muktamar NU ke -33, GUSDURian Temanggung, dan Yayasan LKIS.

Sumber: Kompas

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Beda Untuk Damai (Film Pendek)

Film ini menceritakan tentang kehidupan anak - anak yang di bumbui dengan konflik di antara mereka sampai mereka berhasil memecahkan masalah mereka....