Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Indonesia

Jalan-Jalan Agar Toleran

Traveling adalah salah satu cara untuk mengenali makna Toleransi. Sadar atau tidak, kita hidup di dunia yang penuh dengan perbedaan. Sehingga, pikiran yang terbuka dan sikap saling menghargai harus tertanam dalam diri setiap manusia. Perbedaan bukan sesuatu yang meniscayakan timbulnya perpecahan, justru persatuan akan semakin indah dengan adanya perbedaan. Menularkan dan mengajarkan sikap toleransi rasanya sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang menghargai perbedaan. Kewajiban ini bahkan sama urgennya dengan kewajiban mencegah generasi bangsa dari bahaya narkoba dan korupsi. Sebagai orangtua, selayaknya menanamkan nilai-nilai toleransi pada anaknya sejak dini. Sebagai seorang guru, tampilkan sikap toleransi yang dapat dijadikan contoh bagi sang murid dalam kehidupannya. Sebagai teman, ajak dan tunjukkan sikap menghargai orang lain dan menghargai perbedaan. Sebenarnya, ada banyak cara untuk belajar bagaimana menumbuhkan nilai toleransi. Salah satunya adalah d...

Indonesi Bumi Toleransi

Indonesia Bumi Toleransi. Kala dahulu berjuang pemuda-pemudi Indonesia Suara penting memanggil pemuda-pemudi bangsa Serak suara ini Tak mampu keras keluar suara ini ... Tetapi ... Reruntuhan suara Tak mengalahkan aksi Kami Berjuang dan berjuang Untuk bangsa Indonesia .. Indonesia!!!... Merdeka sejak lama .. Kami tak lupa cara merdeka  Kami tak lupa cara berjuang Kami tak Lupa juga cara bertingkah  Memberi kehormatan kepada kemerdekaan Seperti para pahlwan dunia Pahlawan bangsa Indonesia Yang menjunjung tinggi Persatuan Di Atas banyak berbedaan ...  Indonesia!!!  Banyak perbedaan..  Tapi hidup dengan satu prinsip pancasila Indonesia Bumi Toleransi Kami bergerak dengan satu visi Visi tauhid itulah ideologi kami .. Visi persatuan Itulah budaya kami ... Perkenalkanlah Kami ...  Yang membaur cinta kasih Di atas relung kehidupan bersama Satu Aksi Satu Persatuan Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Budaya" Salam Age...

Benarkah Muslim Mayoritas Di Indonesia?

Benar, bila dilihat dari yang menyatakan beragama Islam di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Benar bila dikaitkan dengan warga yang melakasanakan upacara nikah dengan cara  Islam . Barangkali benar juga bila dilihat dari jumlah orang yang melaksanakan sholat wajib lima waktu, puasa Ramadhan, dan rukun Islam lainnya. Indonesia yang memiliki 800,000 masjid dan mushola, barangkali juga bisa dibilang sebagai negeri dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Kuota haji kita diatas 200,000 adalah kuota haji terbesar diantara negeri-negeri dengan penduduk Muslim di dunia. Namun, bila kepada kita dihadapkan beberapa pertanyaan berikut, kita jadi bertanya-tanya apakah benar mayoritas penduduk negeri ini Muslim? Bila mayoritas Muslim, mengapa bangsa ini tidak menghendaki negara ini menjadi negara Islam dan mengubah konstitusinya? Mengapa dalam setiap pemilu pasca reformasi, jumlah seluruh suara parta-partai Islam dan berbasis Islam nyaris tidak pernah lebih dari 30%? Mengapa tidak semua perempu...

Pentingnya Guru Ajarkan Toleransi

Agen Toleransi- Indonesia sebagai negara multikultural dan memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda namun tetap satu jua) saat ini sedang menghadapi tantangan berat berupa makin maraknya penyebaran pemahaman intoleran dan radikal. Ironisnya, pemahaman-pemahaman intoleran ini justru banyak tersebar di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Padahal, sudah menjadi kewajiban guru untuk mendidik anak-anak didiknya agar berkarakter toleran, sebagaimana cita-cita Indonesia. Para penyebar pemahaman intoleran menyadari bahwa, lewat guru-lah sebagai langkah yang efektif untuk mempengaruhi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, para oknum penyebar intoleran menyebarkan pahamnya lewat guru. Kenapa Perlu  Toleran? Kita harus menyadari bahwa Indonesia terdiri dari beragam agama, mazhab, suku, budaya, ras, aliran dan bahasa. Jika salah satu diantaranya menguat tidak menerima perbedaan, meskipun dia adalah mayoritas sudah pasti yang terjadi adalah perpeca...

Memperkuat Karakter Bangsa dengan Pancasila

Agen Toleransi- Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimilikinya. Hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampu menjadikan dirinya sebagai bangsa yang memiliki martabat dan disegani oleh bangsalain. Oleh karena itu, menjadi bangsa yang berkarakter merupakan keinginan sekaligus kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia untuk mempertahankan Indonesia. Keinginan menjadi bangsa yang berkarakter sesunggungnya sudah lama tertanam pada bangsa Indonesia. Para pendiri negara menuangkan keinginan itu dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-2 dengan pernyataan yang tegas, yakni;  "...mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur." Dari sini kita bisa memahami bahwa para pendiri negara menyadari bahwa hanya dengan menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmurlah bangsa Indonesia mampu menjadi bangsa yang bermartabat dan dihormati bangsa lain...

Merah Putih, Semangat Kita Semua

Agen Toleransi-Warna merah putih adalah julukan sang saka Bangsa Indonesia. Kehormatan yang tidak ada duanya bagi Bangsa Indonesia. Ia melampui kehormatan besar untuk Bangsa Indonesia. Setiap masyarakat Bangsa ini tidak memungkiri warna merah putih adalah warna yang memiliki arti penting. Bendera yang menjunjung tinggi unsur-unsur nilai kebijaksanaan. Pada setiap upacara di sekolah, setiap hari kemerdekaan dan dimanapun mengangkat tangan memberi penghormatan kepada sang merah putih, semua bersatu padu untuk kejayaan merah putih negeri ini.  Merah Putih meliputi beribu-ribu pulau, meliputi banyak suku, meliputi banyak perbedaan yang di jadikan satu himpunan bangsa Indonesia. Kalimat "penghormatan kepada sang merah putih" adalah perwujudan kebesaran dan kedaulatan bangsa Indonesia yang saling pangku memangku membangun bangsa Indonesia. Kita tahu bahwa warna merah dan putih hanyalah sekadar warna pada sehelai kain, namun ternyata tidak hanya sampai di situ pemahaman b...

Soekarno cinta budaya Indonesia

Sejak kecil, Soekarno sangat menyukai cerita wayang. Dia hapal banyak cerita wayang sejak kecil. Saat masih bersekolah di Surabaya, Soekarno rela begadang jika ada pertunjukan wayang semalam suntuk. Dia pun senang menggambar wayang di batu tulisnya. Saat ditahan dalam penjara Banceuy pun kisah-kisah wayanglah yang memberi kekuatan pada Soekarno. Terinspirasi dari Gatot Kaca, Soekarno yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Dia yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia. “Pertunjukan wayang di dalam sel itu tidak hanya menyenangkan dan menghiburku. Dia juga menenangkan perasaan dan memberi kekuatan pada diriku. Bayangan-bayangan hitam di kepalaku menguap bagai kabut dan aku bisa tidur nyenyak dengan penegasan atas keyakinanku. Bahwa yang baik akan menang atas yang jahat,” ujar Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams “Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007...

Ajaran Toleransi dari Sunan Kudus

Ajaran toleransi Sunan Kudus rupanya menjadi sebuah bahan kajian yang menarik bagi pelaku studi kebudayaan dan perbandingan agama-agama di Amerika Serikat. Ajaran tersebut dinilai mampu mampu menjadi bahan refleksi negara-negara lain yang mengalami konflik atas nama agama. Sunan Kudus adalah salah satu penyebar agama Islam di Indonesia yang tergabung dalam jejeran walisongo , beliau lahir pada 9 September 1400M/ 808 Hijriah. Nama lengkapnya adalah nama Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan. Ajaran untuk toleran terhadap budaya setempat serta cara penyampaian yang halus Sunan Kudus diperolehnya dari Sunan Kalijaga yang merupakan gurunya dalam berdakwah. Sikap toleran yang menarik adalah pelarangan menyembelih sapi. Karena sebagian besar warganya beragama Hindu. Untuk menghormati mereka, Sunan Kudus meminta para pengikutnya tidak boleh menyembelih sapi. Sehingga tidak mengherankan jika di Kudus terkenal dengan kuliner yang berbahan kerbau, seperti sate dan soto kerbau. Bukan sapi. Su...

Beragama dalam Keberagaman

  Indonesia, negara yang penuh keragaman dalam bungkus kebhinekaan. Terbentuk dari berbagai ragam suku, ras, agama dan aliran. Oleh karena itu,   tidak bisa suatu suku, ras, agama ataupun aliran tertentu mengklaim negara Indonesia sebagai miliknya. Tak terkecuali dengan masyarakat pemeluk Islam, meskipun dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Jika salah satu agama atau suku mengklaim Indonesia, itu berarti telah menafikan yang lain. Kita harus ingat perjuangan berat para pahlawan terdahulu, a gar   kita tetap menjadi bangsa yang maju dengan menghargai  perjuangan masa lalu.         Kita perlu menyadari bahwa s aat ini terdapat sekelompok orang yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Dalam hal, ini Islam versi kelompok tertentu. Islam yang penuh dengan benci dan caci . Padahal, Islam adalah agama yang penuh rahmat, agama yang penuh dengan kasih dan sayang. Oleh karena tidak semua masyarakat Indonesia ...