Skip to main content

Ajaran Toleransi dari Sunan Kudus

Ajaran toleransi Sunan Kudus rupanya menjadi sebuah bahan kajian yang menarik bagi pelaku studi kebudayaan dan perbandingan agama-agama di Amerika Serikat. Ajaran tersebut dinilai mampu mampu menjadi bahan refleksi negara-negara lain yang mengalami konflik atas nama agama.

Sunan Kudus adalah salah satu penyebar agama Islam di Indonesia yang tergabung dalam jejeran walisongo, beliau lahir pada 9 September 1400M/ 808 Hijriah. Nama lengkapnya adalah nama Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan. Ajaran untuk toleran terhadap budaya setempat serta cara penyampaian yang halus Sunan Kudus diperolehnya dari Sunan Kalijaga yang merupakan gurunya dalam berdakwah. Sikap toleran yang menarik adalah pelarangan menyembelih sapi. Karena sebagian besar warganya beragama Hindu. Untuk menghormati mereka, Sunan Kudus meminta para pengikutnya tidak boleh menyembelih sapi.
Sehingga tidak mengherankan jika di Kudus terkenal dengan kuliner yang berbahan kerbau, seperti sate dan soto kerbau. Bukan sapi. Sunan Kudus selalu mengedepankan hidup berdampingan dan membangun kedamaian antarsesama. Hal itu tergambar jelas dalam filosofi hidup orang Kudus, yang konon kerap disuarakan Sunan Kudus semasa hidupnya.

"Yen sira landep aja natoni, yen sira banter aja nglancangi, yen sira mandi aja mateni" yang memiliki arti bahwa pabila perkataan Anda tajam jangan untuk menyakiti, apabila Anda cepat jangan saling mendahului, apabila Anda memiliki kesaktian janganlah untuk membunuh. (Baca juga:Ajaran Toleransi Beragama Sunan Kudus yang Mendunia )


(Foto: Sesawi.net)

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Beda Untuk Damai (Film Pendek)

Film ini menceritakan tentang kehidupan anak - anak yang di bumbui dengan konflik di antara mereka sampai mereka berhasil memecahkan masalah mereka....