Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Edukasi

Jalan-Jalan Agar Toleran

Traveling adalah salah satu cara untuk mengenali makna Toleransi. Sadar atau tidak, kita hidup di dunia yang penuh dengan perbedaan. Sehingga, pikiran yang terbuka dan sikap saling menghargai harus tertanam dalam diri setiap manusia. Perbedaan bukan sesuatu yang meniscayakan timbulnya perpecahan, justru persatuan akan semakin indah dengan adanya perbedaan. Menularkan dan mengajarkan sikap toleransi rasanya sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang menghargai perbedaan. Kewajiban ini bahkan sama urgennya dengan kewajiban mencegah generasi bangsa dari bahaya narkoba dan korupsi. Sebagai orangtua, selayaknya menanamkan nilai-nilai toleransi pada anaknya sejak dini. Sebagai seorang guru, tampilkan sikap toleransi yang dapat dijadikan contoh bagi sang murid dalam kehidupannya. Sebagai teman, ajak dan tunjukkan sikap menghargai orang lain dan menghargai perbedaan. Sebenarnya, ada banyak cara untuk belajar bagaimana menumbuhkan nilai toleransi. Salah satunya adalah d...

Tahukah Kamu? Kamu Sepenting Aku

Tahukah Kamu? Kamu itu sangat penting Sama, sepenThink aku. Agen Toleransi- Kawan, dunia ini berlangsung dalam logika cermin. Jadi, apa yang kamu lakukan, maka akan memantul kembali untuk kamu rasakan. Jika saat ini kamu tersenyum di depan cermin, maka kamu akan menerima senyuman. Dan jika kamu cemberut di depan cermin, kamu jugaa akan menerima cemberutan. Jika kamu menganggap penting seseorang saja. Maka, kamu akan dianggap penting pada seseorang. Dan, jika kamu menganggap penting banyak orang. Maka, akan banya juga yang menganggap penting dirimu. Setingkat apa kamu menaruh perhatian dan menganggap penting bagi dirimu, maka, setingkat itu pula sesuatu itu pula sesuatu itu memberi perhatian dan menganggapmu penting di hadapannya. Hai kawan!!! Kamulah yang memposisikan dirimu sepenting apa dihadapan sesuatu. Mengapa lahir orang-orang pintar? Karena ia mementingkan ilmu sedemikian rupa, sehingga ilmu memberikan perhatian padanya dan menjadikannya penting d...

Mari Belajar Toleransi dari Informasi DNA

Banyak dari kita lebih mudah memikirkan hal-hal yang membuat kita terpisah-pisah dibandingkan memikirkan hal-hal yang menyatukan kita. Padahal ada lebih banyak kesamaan yang kita miliki daripada perbedaan yang menyulut perpecahan diantara kita. Pesan toleransi sebenarnya ada dimana-mana, bahkan dari dalam diri kita sendiri. Mari belajar toleransi dari keajaiban DNA...    DNA adalah suatu asam nukleat yang menyimpan segala informasi biologis yang unik dari setiap makhluk hidup dan beberapa virus. Struktur kimianya berupa makromolekul kompleks yang terdiri atas 3 macam molekul, yaitu gula pentosa (deoksiribosa), asam fosfat, dan basa nitrogen. Peran utama dari molekul DNA adalah penyimpanan jangka panjang informasi. DNA sering dibandingkan dengan satu set cetak biru atau resep, atau kode, karena berisi instruksi yang dibutuhkan untuk membangun komponen lain dari sel, seperti protein dan molekul RNA. [1] Setiap orang memiliki kode DNA yang unik. Tidak ada dua orang ya...

Sebelum Berdiskusi, Perhatikan Ini

- SEBELUM BERDISKUSI, PERHATIKAN BEBERAPA HAL INI - Berdiskusi itu mengurai kekusutan konsep yang sedang diperdebatkan. Merasa tidak mungkin keliru hanya menjadikan kita tak berdaya memahami konsep yang sedang didiskusikan. Ketika sudah merasa benar, seharusnya jangan masuk area diskusi. Karena itu akan menganggu kenyamanan lawan diskusi. Fanatik menyebabkan akal tak dapat mencerna akar masalah. Bila kita bangga dengam "kebenaran" versi kita yang belum teruji, kita akan semakin jauh dari kebenaran hakiki. Menuding orang lain atas data yang kita terima. Seolah dia tak punya data? Baca tutorial bunuh diri yang baik dan benar!. Persepsi terhadap suatu peristiwa perlu digodok. Seperti pisau dan asahannya. Persepsi yang digodok semakin mendekati valid dan akal kita akan semakin terasah Oleh: Acin Muhdor - SALAM TOLERANSI -

Antara Teks Dan Konteks

Akal mengawal prilaku, membatasi sikap agar tidak melampaui batasan norma. Teks ayat maupun hadis, sebagian bisa langsung mengawal prilaku. Sebagian lain membutuhkan penalaran. Penalaran terhadap teks dilakukan untuk mengenali konteksnya. Karena konteks tidak tersurat dalam teks maka harus diupayakan se maslahat mungkin. Agama, bila dipahami hanya sebagai teks. Maka Anda tidak akan mendapatkan ketentraman. Penganut Agama yang hanya bersandar pada teks (tanpa penalaran) hanya mampu berkumpul dan meneriakkan huruf-huruf mati. Agama bisa dipahami sempurna bila teksnya secara eksplisit dibaca dengan baik, maknanya yang tersirat dipahami dengan baik. Setelah itu, reaksi dari prilaku beragama yang sempurna adalah menebar kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah. Oleh Acin Muhdor - SALAM TOLERANSI -

Jadilah Agen Toleransi, Agen Penyebar Pesan Toleransi

Bangsa ini menghadapi tiga bahaya besar yang mengancam eksistensinya, narkoba, korupsi dan intoleransi. Di antara tiga besar besar tersebut, intoleransi adalah jenis sianida yang paling berbahaya. Mengapa? Intoleransi melahirkan fanatisme. Fanatisme mengakibatkan ekstremisme. Ekstremisme menimbulkan radikalisme. Radikalisme meciptakan terorisme. Terorisme mempersembahkan horor berbalut keyakinan. Biang intoleransi adalah menganggap keyakinan yang hanya produk pemahaman yang nisbi sebagai kebenaran mutlak yang sama persis dengan wahyu Tuhan yang diturunkan kepada Nabi. Intoleransi dan penolakan terhadap fakta keragaman adalah mengaku Tuhan dan klaim kenabian tanpa kesadaran. Apapun keyakinan agama dan kelompok anda, ras, asal daerah bahkan kewargganegaraan Anda, bergabunglah dengan kami dan menjadi AGEN TOLERANSI. Berikan kontribusi gagasan dan aksi Anda dalam kerja kolektif dan terukur. Kunjungi http://agentoleransi.com dan daftarkan diri Anda. Contact Person (...

Benarkah Muslim Mayoritas Di Indonesia?

Benar, bila dilihat dari yang menyatakan beragama Islam di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Benar bila dikaitkan dengan warga yang melakasanakan upacara nikah dengan cara  Islam . Barangkali benar juga bila dilihat dari jumlah orang yang melaksanakan sholat wajib lima waktu, puasa Ramadhan, dan rukun Islam lainnya. Indonesia yang memiliki 800,000 masjid dan mushola, barangkali juga bisa dibilang sebagai negeri dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Kuota haji kita diatas 200,000 adalah kuota haji terbesar diantara negeri-negeri dengan penduduk Muslim di dunia. Namun, bila kepada kita dihadapkan beberapa pertanyaan berikut, kita jadi bertanya-tanya apakah benar mayoritas penduduk negeri ini Muslim? Bila mayoritas Muslim, mengapa bangsa ini tidak menghendaki negara ini menjadi negara Islam dan mengubah konstitusinya? Mengapa dalam setiap pemilu pasca reformasi, jumlah seluruh suara parta-partai Islam dan berbasis Islam nyaris tidak pernah lebih dari 30%? Mengapa tidak semua perempu...

Tangkal Radikalisme, Ini Harapan KWI kepada Menag

Agen Toleransi —Jakarta (18/3) Sejumlah Pengurus Pusat Konferensi Waligereja Indonesia ( KWI ) menemui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Kedatangan tersebut bertujuan untuk menyampaikan keprihatinan mereka atas marak dan berkembangnya radikalisme di Tanah Air. “Beberapa kejadian seperti gagalnya pemutaran film dokumenter tentang Borobudur, di beberapa tempat karena didemo, rusuhnya pendirian rumah ibadah, bahkan kurangpahamnya beberapa kepala daerah tentang undang-undang pendirian rumah ibadah dan lain sebagainya, menambah keprihatinan kami,” kata Sekretaris Eksekutif  KWI  Rm Yr Edy Purwanto. Ikut dalam rombongan  KWI tersebut , RM G Suprapto (Komisi Kerawam) dan RM Agus U (Komisi  HAK ). Sementara Menag didampingi oleh Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi dan Direktur Urusan Agama Katolik SP Simbolon.  Menurut Edy, jika pada 1970-an dan 1980-an masyarakat  bisa hidup rukun, saling mengerti dan memahami, bahkan ada juga yang merayakan h...

Pentingnya Guru Ajarkan Toleransi

Agen Toleransi- Indonesia sebagai negara multikultural dan memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda namun tetap satu jua) saat ini sedang menghadapi tantangan berat berupa makin maraknya penyebaran pemahaman intoleran dan radikal. Ironisnya, pemahaman-pemahaman intoleran ini justru banyak tersebar di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Padahal, sudah menjadi kewajiban guru untuk mendidik anak-anak didiknya agar berkarakter toleran, sebagaimana cita-cita Indonesia. Para penyebar pemahaman intoleran menyadari bahwa, lewat guru-lah sebagai langkah yang efektif untuk mempengaruhi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, para oknum penyebar intoleran menyebarkan pahamnya lewat guru. Kenapa Perlu  Toleran? Kita harus menyadari bahwa Indonesia terdiri dari beragam agama, mazhab, suku, budaya, ras, aliran dan bahasa. Jika salah satu diantaranya menguat tidak menerima perbedaan, meskipun dia adalah mayoritas sudah pasti yang terjadi adalah perpeca...

Penyebar Hate Speech dalam Ceramah Agama Perlu Disadarkan

Agen Toleransi- Di tengah-tengah maraknya sikap intoleran yang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini, akhirnya pihak kepolisian sebagai aparat yang bertanggung jawab sebagai penjaga keamanan Nasional buka suara. Menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan bahwa terdapat keterbatasan dari mereka untuk menangani konflik agama yang membawa nama agama. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan diskusi  pada Selasa 8 Maret 2016 lalu. Badrodin mengatakan, anggota yang menangani kasus atau konflik berbasis agama ada dua golongan. Yaitu, anggota yang paham dan tegas dalam menghadapi konflik tersebut dan anggota yang tidak paham.  (Baca:  Diprotes Ormas, Diskusi SEJUK Soal Ujaran Kebencian Dibatalkan Polisi ) Kepolisian menemui kesulitan ketika dihadapkan pada debat-debat dengan dalih agama, tentu saja akan kalah dengan mereka yang paham. Namun untuk adu argumentasi tentang hukum tidak masalah. Di samping itu, kata dia, tidak menutup kemungkinan juga tida...