Skip to main content

Pentingnya Guru Ajarkan Toleransi

Agen Toleransi- Indonesia sebagai negara multikultural dan memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda namun tetap satu jua) saat ini sedang menghadapi tantangan berat berupa makin maraknya penyebaran pemahaman intoleran dan radikal. Ironisnya, pemahaman-pemahaman intoleran ini justru banyak tersebar di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Padahal, sudah menjadi kewajiban guru untuk mendidik anak-anak didiknya agar berkarakter toleran, sebagaimana cita-cita Indonesia.

Para penyebar pemahaman intoleran menyadari bahwa, lewat guru-lah sebagai langkah yang efektif untuk mempengaruhi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, para oknum penyebar intoleran menyebarkan pahamnya lewat guru.

Kenapa Perlu  Toleran?
Kita harus menyadari bahwa Indonesia terdiri dari beragam agama, mazhab, suku, budaya, ras, aliran dan bahasa. Jika salah satu diantaranya menguat tidak menerima perbedaan, meskipun dia adalah mayoritas sudah pasti yang terjadi adalah perpecahan. Dari awal para pendiri bangsa, para tokoh founding father juga berasal dari latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu semboyan, dasar negara (Pancasila) pun harus bernilai universal. Itu sebabnya perlu sekali sikap toleran terpatri dalam jiwa putra-putri bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan hal itu, guru-lah yang harus mengajarkan toleransi kepada peserta didiknya. Dimana sosok guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru, serta dipercaya oleh masyarakat, maka sang guru sangat berpengaruh ketika ia berperan sebagai agen toleransi untuk menjaga keutuhan NKRI.

(Foto//; http://2.bp.blogspot.com/)

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Beda Untuk Damai (Film Pendek)

Film ini menceritakan tentang kehidupan anak - anak yang di bumbui dengan konflik di antara mereka sampai mereka berhasil memecahkan masalah mereka....