Skip to main content

Antara Teks Dan Konteks

Akal mengawal prilaku, membatasi sikap agar tidak melampaui batasan norma.

Teks ayat maupun hadis, sebagian bisa langsung mengawal prilaku. Sebagian lain membutuhkan penalaran.

Penalaran terhadap teks dilakukan untuk mengenali konteksnya.

Karena konteks tidak tersurat dalam teks maka harus diupayakan se maslahat mungkin.

Agama, bila dipahami hanya sebagai teks. Maka Anda tidak akan mendapatkan ketentraman.

Penganut Agama yang hanya bersandar pada teks (tanpa penalaran) hanya mampu berkumpul dan meneriakkan huruf-huruf mati.

Agama bisa dipahami sempurna bila teksnya secara eksplisit dibaca dengan baik, maknanya yang tersirat dipahami dengan baik.

Setelah itu, reaksi dari prilaku beragama yang sempurna adalah menebar kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah.

Oleh Acin Muhdor

- SALAM TOLERANSI -



Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

RENUNGAN PAGI - #12

Jangan berhenti mencurigai keyakinanmu. Karena dalam menempuh kesempurnaan, tak pernah ada kata "cukup". Jangan biarkan keyakinan yang kau anggap mulia menghentikan pikiranmu, karena yang memuliakanmu di hadapan langit dan bumi adalah perbuatan mulia yang lahir dari pikiran mulia. Bila pikiran yang kau tempuh berakhir pada kebuntuan, cobalah terima hal baru yang awalnya kau anggap buruk. Karena terkadang, sampah di suatu planet adalah harta karun bagi planet lainnya. Selamat pagi.. - SALAM TOLERANSI - Oleh: Acin Muhdor