Akal mengawal prilaku, membatasi sikap agar tidak melampaui batasan norma.
Teks ayat maupun hadis, sebagian bisa langsung mengawal prilaku. Sebagian lain membutuhkan penalaran.
Penalaran terhadap teks dilakukan untuk mengenali konteksnya.
Karena konteks tidak tersurat dalam teks maka harus diupayakan se maslahat mungkin.
Agama, bila dipahami hanya sebagai teks. Maka Anda tidak akan mendapatkan ketentraman.
Penganut Agama yang hanya bersandar pada teks (tanpa penalaran) hanya mampu berkumpul dan meneriakkan huruf-huruf mati.
Agama bisa dipahami sempurna bila teksnya secara eksplisit dibaca dengan baik, maknanya yang tersirat dipahami dengan baik.
Setelah itu, reaksi dari prilaku beragama yang sempurna adalah menebar kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah.
Oleh Acin Muhdor
- SALAM TOLERANSI -
Teks ayat maupun hadis, sebagian bisa langsung mengawal prilaku. Sebagian lain membutuhkan penalaran.
Penalaran terhadap teks dilakukan untuk mengenali konteksnya.
Karena konteks tidak tersurat dalam teks maka harus diupayakan se maslahat mungkin.
Agama, bila dipahami hanya sebagai teks. Maka Anda tidak akan mendapatkan ketentraman.
Penganut Agama yang hanya bersandar pada teks (tanpa penalaran) hanya mampu berkumpul dan meneriakkan huruf-huruf mati.
Agama bisa dipahami sempurna bila teksnya secara eksplisit dibaca dengan baik, maknanya yang tersirat dipahami dengan baik.
Setelah itu, reaksi dari prilaku beragama yang sempurna adalah menebar kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah.
Oleh Acin Muhdor
- SALAM TOLERANSI -
