Sebuah potret toleransi antar-umat beragama ditunjukkan oleh sebuah desa di Kabupaten Karanganyar dan menjadi contoh rukunnya kehidupan antar umat beragama. Tiga tempat ibadah berbeda berdiri saling berdampingan. Komunikasi antar pemuka agama menjadi kunci toleransi di desa tersebut.
Ketiga tempat ibadah itu adalah masjid Al Mu'min, gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat, dan pura Agra Bhadra Darma.
Bangunan-bangunan tersebut berdiri di lahan tanah kas Desa Ngargoyoso sejak belasan tahun silam. Meski saling berdampingan, tak pernah terjadi gesekan antarumat beragama. Mereka hidup saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
Kunci keharmonisan antara umat Islam, Kristen, dan Hindu ini adalah komunikasi antarpemuka agama. Bahkan pada Hari Raya Idul Fitri, pihaknya meminta pihak majelis gereja untuk memajukan kegiatan peribadatan sebagai upaya toleransi terhadap umat muslim yang menjalankan salat Id.
(Ed: Sarasdewiq)
Lihat video selengkapnya di:
http://m.liputan6.com/tv/read/2279123/potret-toleransi-antar-umat-beragama-di-desa-ngargoyoso-jateng
Kunci keharmonisan antara umat Islam, Kristen, dan Hindu ini adalah komunikasi antarpemuka agama. Bahkan pada Hari Raya Idul Fitri, pihaknya meminta pihak majelis gereja untuk memajukan kegiatan peribadatan sebagai upaya toleransi terhadap umat muslim yang menjalankan salat Id.
(Ed: Sarasdewiq)
Lihat video selengkapnya di:
http://m.liputan6.com/tv/read/2279123/potret-toleransi-antar-umat-beragama-di-desa-ngargoyoso-jateng
