"Sebutan-Sebutan Hakiki"
Disebut pahlawan bukan karena cara mati yang dipilihnya, tapi karena cara hidup yang dipilihnya.
Disebut berkorban bukan karena memberikan sesuatu yang diperlukan orang lain, tapi karena memberikan sesuatu yang ia sendiri memerlukannya.
Disebut berani bukan karena menang menghadapi lawan, tapi karena tenang menghadapi lawan.
Disebut percaya diri bukan karena atribut atau asesoris yang menunjang dirinya tapi karena dirinya tak perlu ditunjang atribut dan asesoris.
Disebut pandai bukan karena banyaknya ilmu yang dimilikinya, tapi karena banyaknya orang yang dipahamkannya.
Disebut baik bukan karena orang lain menilainya baik tapi karena ia menilai orang lain baik.
Disebut toleran bukan hanya karena menerima pendapat orang lain, tapi karena mengganti pendapat sendiri bila pendapat orang lain lebih logis.
Disebut kekasih idaman bukan karena selalu membuatmu senang tapi karena membuatmu matang dan tenang.
Disebut cantik bukan karena penampilannya membuat pria berani memujinya, tapi karena sikapnya membuat pria hormat hingga segan memujinya.
Disebut bijak bukan karena quotenya dishare oleh banyak orang tapi karena pandangannya mendasar, logis, lugas sistematis dan memerdekakan.
Disebut sederhana bukan karena tidak memiliki harta tapi tidak dimiliki harta.
Disebut sahabat bukan karena selalu menyertaimu dan bergantung saat kamu bahagia, tapi karena membangkitkanmu saat kamu sengsara.
Disebut jujur bukan karena mengungkap apa yang ada dalam benak kepada orang lain, tapi karena mengungkap apa yang perlu diketahui orang lain.
Disebut "Habib" bukan karena memajang gelar itu tapi karena menyebarkan hubb (cinta kasih) sesama manusia, sesama warga dan sesama Muslim.
Disebut Muslim (serumpun dengan keselamatan/kedamaian) bukan karena suka bacaan Quran dengan langgam Saudi tapi karena lidah & tangannya menyebarkan kedamaian.
Disebut Mukmin (serumpun dengan aman) bukan karena mengkafirkan kelompok lain tapi karena sikap dan pernyataannya tidak merampas rasa aman orang lain.
(Muhsin Labib)