Kawan...mungkin dia bukan saudara kita dalam beragama, namun dia adalah saudara kita dalam kemanusiaan.
Islam mengajarkan kita kedamaian, kerukunan, dan persaudaraan. Dalam keseharian, seringkali kita mengajukan banyak syarat untuk menolong seseorang, sehingga terkadang kita lupa, karena terlalu sibuk dengan syarat-syarat itu.
Dalam sebuah kisah, diceritakan bahwa dua orang anak muda sedang berkendara. Di tengah jalan, mereka menemui sebuah mobil yang sedang mengalami kecelakaan. Dua orang pemuda tersebut bingung, apakah mereka harus membantunya, ataukah tidak. Salah satu dari mereka bertanya kepada temannya.
"Apakah mereka muslim?' Temannya melihat untuk memastikan.
"Ya, mereka muslim" Jawabnya.
"Apakah mereka muslim?' Temannya melihat untuk memastikan.
"Ya, mereka muslim" Jawabnya.
"Apakah mereka dari NU?" Tanyanya lagi.
"Ya, mereka NU, karna mereka memakai peci dan sarung.' Jelas temannya.
"Apakah mereka dari kelompok kita?'
"Ya, mereka dari kelompok kita, karna salah satu dari mereka memakai jaket yang sama dengan kita".
"Ya, mereka NU, karna mereka memakai peci dan sarung.' Jelas temannya.
"Apakah mereka dari kelompok kita?'
"Ya, mereka dari kelompok kita, karna salah satu dari mereka memakai jaket yang sama dengan kita".
Setelah selesai dengan semua pertanyaan dan syarat-syaratnya, kedua pemuda itu yakin untuk menolong pengendara mobil yang kecelakaan. Namun, ketika mereka hendak menolong, ternyata penumpang mobil itu sudah meninggal. Mereka menyesal karena mereka terlambat menolong saudaranya. Sesal tiada guna, apakah dalam menolong orang lain diperlukan syarat yang hanya bertujuan memuaskan ego kita?
