Skip to main content

Masjid Agung Jami' Singaraja: Saksi Bisu Indahnya Toleransi Beragama di Pulau Dewata

Warga Bali mungkin sudah familiar dengan Masjid Agung Jami' Singaraja yang terletak di Jalan Imam Bonjol 65, Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng. Masjid ini didirikan pada tahun 1846M pada masa pemerintahan Raja Buleleng A.A. Ngurah Ketut Jelantik Polong seorang penganut agama Hindu. Masjid ini berdiri megah dan menurut beberapa cerita mengatakan bahwa tersimpan Mushaf Al Qur'an yang ditulis tangan sendiri oleh salah satu keturunan Raja Buleleng yg memeluk agama islam yaitu  A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie. Isi dari Mushaf tidak ada perbedaan, hanya saja bagian kaligrafi berbentuk khas Hindu.

Mesjid ini merupakan saksi bisu betapa indahnya toleransi beragaa di pulau Bali. Mengapa? Salah satu buktinya adalah bahwa pintu kayu berukir warna hijau yang ada digerbang Masjid dalam foto diatas merupakan pemberian keluarga Kerajaan di Buleleng ketika pertama kali masjid  tersebut dibangun. Pada zaman Raja Buleleng, semua pengaturan pelaksanaan diserahkan kepada saudaranya yang beragama Islam bernama A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan Abdullah Maskati. 


Hingga saat ini, Masjid Agung Jamik Singaraja masih menyimpan kitab Alqur’an tulisan tangan A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan sampai saat ini pula masih ada dari keturunannya yang tetap menggunakan nama Gusti walaupun memeluk agama islam.


Sumber:
http://islamindonesia.id/category/budaya
Zein, Abdul Baqir (1999). Masjid-Masjid bersejarah di IndonesiaGema. Insani Press, Jakarta, 
http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2010/10/masjid-agung-jamik-singaraja.html.

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Mereka Punya Bahasa Universal

Oleh: Aris Karisma, Comica. Suatu waktu, menjelang sore. Ketika aku duduk-duduk di teras rumah. Menikmati secangkir teh hangat. Aku tiba tiba mengerti apa yg dikatakan binatang dan tumbuhan. Mungkin ini sekedar kegilaan. Namun aku mengerti. Mereka punya bahasa yg universal, menghubungkan semua menjadi satu. Bahasa yg utuh dan bisa dimengerti tanpa dipelajari. Aku mendengar pembicaraan, seekor burung. Bagaimana ia membentangkan sayapnya & bercerita bagaimana bumi terlihat dr atas sana. Semut mengajarkan kerjasama. Sistem yg mereka jalani setiap hari. Bekerja keras, berbagi makanan, demi sesama. Dan, aku yakin ketika aku mendengar satu persatu dari binatang itu berbicara, tak ada satupun yg bercerita mengenai Agama. Mereka hanya berbicara mengenai hidup, bagaimana mengisinya, dan bagaimana mereka menjalaninya, dari hari ke hari. Aku yakin, jika aku bertemu singa, mungkin dia akan berbicara mengenai wibawa. Dan mungkin, lebah bercerita mengenai madu-madu yg dikumpulkannya. Dan, aku ...