Skip to main content

- PERTANYAAN NURANI UNTUK SAHABAT HATI -

agen toleransi


Ketahuilah wahai kawan, bumi ini diciptakan dengan asas keteraturan.


Lihatlah, bintang-bintang hanya bisa kita lihat dengan kasat mata di malam hari


Lihatlah, matahari hanya bisa kita lihat ketika siang hari.


Adakah sesuatu yang tidak berjalan secara teratur?


Kawan, mungkin kamu melihat banjir, kebakaran diberbagai daerah
Bukankah jika kita telusuri itu perbuatan kita sendiri?


 Adakah sesuatu yang tidak berjalan secara teratur?


Kawan, coba kau nyalakan api, apakah ia membakar sekitarnya?


Adakah api yang tidak terbakar?


Kawan, mungkin engkau mendengar Ibrahim tak terbakar dalam kubangan api. Tapi, ketahuilah kawan, Ibrahim sudah melampaui kedekatan dengan Sang Pencipta

Itu artinya, ada sebab lain yang membuat Ibrahim tak terbakar

Kawan, apakah kau juga melihat peperangan, pelecehan dan berbagai tindakan kejahatan di bumi?


Apa itu teratur?


Kawan, Apa kau lihat sekelompok orang berkumpul berunjuk rasa di jalanan?


bukankah itu mengganggu ketertiban?


Kawan, apakah terbersit di pikiranmu jika mungkin saja ada nenek tua yang sakit harus dibawa ke Rumah Sakit, sedangkan orang-orang menutupi jalanan. Apakah terbersit dalam pikiranmu jika mungkin saja ada seorang ibu yang akan melahirkan harus segera ditolong, sedang orang-orang menutupi jalanan. Itulah sebuah kedzoliman!


Kawan, bumi ini akan teratur, bumi ini akan indah jika yang kau sebarkan  prinsip keadilan
bumi ini juga akan penuh kedamaian jika yang kau sebarkan prinsip toleransi!


Lihatlah jika si kaya dan si miskin berdampingan, adakah pencurian dengan dalih kelaparan?


Lihatlah jika Islam, kristen, Sikh, Hindu, Budha, dan berbagai macam agama berdampingan, adakah keributan dan kebencian di dalamnya?


Lihatlah jika Sunni, Syiah dan berbagai macam aliran berampingan, adakah pensesatan atau pengkafiran?


Kawan, lihatlah kasus sampang, sampit, poso dan berbagai kasus lainnya, bukankah itu karena ketidaktoleran para pemeluk agama, sekawanan pemegang kuat kesukuan, ego dan berbagai macam penyakit hati lainnya?

  

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Senyuman Membawa Kedamaian

Suatu hari ada yang bertanya, “Mengapa kamu senyam-senyum terus, nanti malah dianggap gila lho?” “Senyum itu membawa kedamaian,” jawabku santai. Orang itu pun menganggukkan kepala, “Ooo gitu.” Ia langsung menjauh dariku. Tiada hari tanpa senyum. Mungkin bagi sebagian orang yang mendambakan kedamaian dalam hidupnya, ia tak segan-segan menghiasai wajahnya dengan senyum termanisnya. Ia lemparkan senyumannya kepada setiap orang yang ia temui. Sebab, ia yakin bahwa dengan selalu mengembangkan senyuman, orang lain pun akan merasa nyaman dengannya, ia pun juga nyaman. Yups, mestinya kita juga begitu, berbagi senyuman kepada orang lain. Tapi, kadang kita lebih sering memasang muka cemberut, sehingga orang lain pun tak nyaman dengan kita, yang akhirnya mereka pun menjauh dari kita, atau bisa jadi memusuhi kita, lantaran, bagi mereka, muka cemberut kita menyebalkan, tidak menarik bahkan bikin emosi di saat melihatnya. Makanya, rasa-rasanya penting sekali untuk menghiasi waj...

Bukan Kekerasan, tapi Kelemahlembutan!

Pernahkah kita membayangkan seandainya batu yang keras dipertemukan dengan batu yang keras pula, lalu keduanya kita benturkan? Apa yang terjadi? bisa jadi pecah dua-duanya, atau mungkin pecah salah satunya.  Jika begitu, keduanya bisa sama-sama rugi, atau salah satunya yang rugi dan satunya lagi untung. Kalaupun salah satunya untung, dan satunya rugi, berarti masih ada pihak yang dirugikan. Dan itu hanya akan menambah masalah. Analogi di atas hanya sebuah premis dari tulisan ini,  yang mudah-mudahan bisa dipahami oleh pembaca. Dari analogi tersebut, saya hendak mengajak pembaca sedikit merenung dan sedikit berpikir, bahwa kekerasan tak perlu dibalas dengan kekerasan, sebab itu hanya akan memperpanjang masalah. Seringnya, kita mendapati bahwa ada sebagian orang, ketika ada yang berbuat jahat padanya  langsung dibalas dengan kekerasan. Memang, kita tak bisa menampik fenomena itu, sebab itu sangat manusiawi. Tak usah jauh-jauh, mungkin kita juga pernah demiki...