Oleh: Agen Anna
Cinta laksana Tuhan, memiliki banyak pemaknaan. Setiap orang memiliki persepsi dan cara masing-masing untuk memahamiNya. Namun cinta berasal dari sumber yang satu, yaitu Tuhan.
Tuhan adalah dzat yang Maha Cinta. Karena cinta-Nya maka alam semesta tercipta. Senada dengan syair Rumi, jangan tanya apa yang bisa dibuat dan diberikan oleh cinta, lihat saja warna-warni dunia. Lebih lanjut Haidar Bagir menjelaskan, bahwa semua yang kita lihat adalah hasil dari cinta.
Dalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman, rahmat-Ku mendahului murka-Ku.
Allah yang diklaim sebagai Tuhan oleh umat beragama islam menjelaskan diri-Nya sedemikian rupa betapa rahmat-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam hadis qudsi lain, Dia berfirman, Aku adalah sebagaimana persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.
Para ahli membagi agama kedalam dua kelompok, yaitu agama berorientasi hukum atau nomos oriented religion dan agama berorientasi cinta atau love oriented religion. Mereka mengkategorikan islam sebagai agama yang berorientasi hukum.
Namun, bagaimana dapat dipahami bahwa islam adalah agama yang berorientasi hukum sedangkan Tuhan umat islam menampilkan diri-Nya sedemikian rupa sebagai dzat yang Maha Cinta dan bahkan penciptaan alam semesta adalah karena dasar cinta?