Oleh: Agen bella
Kisah inspirasi datang dari seorang kakek beragama Nasrani yang hidup di suatu desa di wilayah Minya, Mesir. Namanya adalah Ayad Shaker Hanna. Dia mengajar anak-anak Muslim untuk membaca dan menghafal al-Quran. Ia juga mengajar bahasa Inggris sejak tahun 1940an.
Perbuatan mulianya ini menjadikan dia dihormati oleh penduduk desanya. Menurut kakek berusia 80 tahun ini, mempertahankan eksistensi sangatlah penting. “Alquran mengajarkan ini dan itu, Injil juga mengajarkan ini dan itu. Mengapa kita tidak menghafal keduanya?” katanya dengan penuh rendah hati.
Ahmed Osman, salah satu tokoh di desa itu mengatakan, sudah lama Ayad memelihara dan mengajar banyak orang. Banyak Muslim yang berhutang padanya. Jika ada perbedaan, dengan hormat kami akan memperingatkan anak-anak agar tidak mengikuti Ayad, dan merujuk ke guru Muslim. Tetapi sudah sejak lama kita menyuruh anak-anak untuk belajar dari Ayad.
Yahudi, Kristen dan Islam adalah ajaran warisan dari Nabi Ibrahim as. Ayad menambahkan, bahwa ia merasa dekat dengan Tuhan ketika membaca al-Quran, karena al-Quran mengajarkan apa yang ada dalam Injil. Oleh karenanya, ia merasa senang bisa mengajarkan kitab suci a-Quran kepada anak-anak Muslim.