Setiap tahun ummat kristiani merayakan Natal, setiap tahun pula sebagian ummat muslim repot mempersoalkan urusan saudara semuslim lainnya yang mengucapkan selamat Natal kepada "saudara kandungnya".
Ini bukan soal akidah, tapi soal muamalah.
Mengapa takut untuk menyapa saudara kita? Padahal, mereka tak pernah mentidakbolehkan mengucapkan slamat hari raya idul fitri pada ummat muslim?
Kalau takut ya sudah takut saja sendiri, bukan malah mengecam yang lain untuk bertoleran.
Persoalan pengucapan selamat Natal pada saudara non muslim merupakan cerminan kita bagaimana kita menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, bagaimana kita menjaga ketentraman di bumi, itulah yang diharapkan Tuhan Sang Maha Cinta!!
Maka, marilah bertoleransi, dengan sebenar-benarnya toleransi! Bukan hanya basa-basi!
Mari bertoleran dengan menghargai sesama kita, bukan berpura-pura!
Toleransi bukan cuma perbedaan pendapat, tapi juga cara memandang segala sesuatu yang berbeda di luar kita.
Pegang keyakinanmu mati-matian, tapi juga biarkan orang lain memegang keyakinannya mati-matian!
Salam toleransi!
Www.agentoleransi.com