Skip to main content

Kita Beda dengan Tuhan Karena Kita Beda-Beda

Seorang anak yang terlahir dari rahim ibu Nasrani bertanya pada ibunya, "Ibu, mengapa aku berbeda? Mengapa kita tidak memeluk Islam saja seperti teman-temanku ibu".

"Nak, kenapa kau bertanya? Bukankah kau suka melihat indahnya pelangi di kala sore ia datang? Nak, kenapa kau masih ragu dengan keindahan dalam perbedaan? Sedang, kau suka melihat warna-warni bebungaan di pekarangan kita?", Jawab sang Ibu.

"Jadi maksud ibu, perbedaan itu seperti halnya pelangi yang indah di pandang?", Tanya lagi sang anak.

"Tepat sekali anakku, jangan pernah takut untuk berbeda. Tuhan menciptakan kita berbeda sebagai pembeda, bahwa kita yang diciptakan, bukan pencipta. Satu lagi nak, Indahnya perbedaan itu seperti lezatnya makanan. Ia tidak akan mungkin lezat jika tanpa bumbu yang beraneka ragam".

Salam Toleransi

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

RENUNGAN PAGI - #12

Jangan berhenti mencurigai keyakinanmu. Karena dalam menempuh kesempurnaan, tak pernah ada kata "cukup". Jangan biarkan keyakinan yang kau anggap mulia menghentikan pikiranmu, karena yang memuliakanmu di hadapan langit dan bumi adalah perbuatan mulia yang lahir dari pikiran mulia. Bila pikiran yang kau tempuh berakhir pada kebuntuan, cobalah terima hal baru yang awalnya kau anggap buruk. Karena terkadang, sampah di suatu planet adalah harta karun bagi planet lainnya. Selamat pagi.. - SALAM TOLERANSI - Oleh: Acin Muhdor