Ramenya "lebaran" Telolet hampir ngalahin lebaran yang sebenarnya.
Dari anak-anak sampai yang sudah beranak tak lupa mengucapkan om telolet om. Bahkan, dilingkungan kampus yang ga ada bus pun, orang-orang berebut "Zikiran" om telolet om!
Disadar atau tidak, kata om telolet om masuk di dalam alam bawah sadar kita. Padahal, kata itu tak ada makna yang bisa diambil kebermanfaatannya. Hanya ada satu makna, meminta dibunyikannya klakson telolet. Just that!
Ironisnya, sebagian orang yang dalam dirimnya punya penyakit parno akut, menghubungkannya dengan Yahudi.
Hellowww, waktu pokemon go booming dihubungkan dengan yahudi, om telolet om juga dihubungkan dengan yahudi. Masih sehat otaknya?
Perlu kita ketahui bahwa, ada persoalan yang lebih penting daripada urusan remeh telolet.
Dari persoalan yang ada, yang paling bahaya dan mengancam keutuhan NKRI tak lain maraknya kaum intoleran di Indonesia. Ini karena, tidak adanya lembaga yang khusus menangani kaum intoleran.
Maka dari itu, kitalah yang harus ambil bagian dalam menjaga NKRI. Maka, apalagi selain menyebarkan toleransi???
Daripada yang masuk ke dalam alam bawah sadar kita om telolet om, lebih baik kita dendangkan, kita serukan OM TOLERAN OM!!
Mari toleran! Om toleran om!
Salam toleransi!