Tinggalkan sejenak hiruk pikuk perpolitikan. Tinggalkan sejenang kekabutan media. Tinggalkan sejenak kalutnya para penjahat agama.
Dengarkan sajak si kura-kura.
Dahulu kala, lahirlah anak-anak di bumi pertiwi dengan luka, darah dan kematian.
Mereka dilahirkan dengan berpijak pada sejarah.
Anak-anak ini bernama kemerdekaan, hak hidup dan keadilan,
Anak-anak ini bernama cinta kasih terhadap sesama,
Anak-anak ini bernama keterbukaan dan kelapangan.
Namun, kini ia lari tunggang langgang.
Ia lari menghampiri kegelapan.
Ia lari menuju kerusakan.
Ia lari menuju kemunduran dan kemandekan.
Sekali lagi, dengarkan sajak si kura-kura.
Ia datang membawa kabar gembira.
Ia datang membawa cawan pelepas dahaga.
Ia membawa cerita penuh cinta.
Ia membawa kabar bahagia di tanah penuh bencana.
Dengarkan lagi sajak si kura-kura.
Ia membawa satu konsep keterbukaan
Ia membawa satu arti toleransi
Ia membawa beragam warna dalam satu Indonesia.
Dengarkan, dengarkan dan dengarkan!
Indonesia lahir dengan banyak warna!
Tinggalkan kata si hitam dan si putih,
Tinggalkan kata si macung dan si pesek,
Tinggalkan kata Islam maupun bukan Islam
Kembaliah pada satu tujuan
Kembalilah dalam makna kebersamaan
Kembalilah pada Arti toleransi di bumi pertiwi