Skip to main content

Sabda Kura-Kura: Toleransi di Tanah Bhineka

Tinggalkan sejenak hiruk pikuk perpolitikan. Tinggalkan sejenang kekabutan media. Tinggalkan sejenak kalutnya para penjahat agama.

Dengarkan sajak si kura-kura.

Dahulu kala,  lahirlah anak-anak di bumi pertiwi dengan luka, darah dan kematian.
Mereka dilahirkan dengan berpijak pada sejarah.

Anak-anak ini bernama kemerdekaan, hak hidup dan keadilan,
Anak-anak ini bernama cinta kasih terhadap sesama,
Anak-anak ini bernama keterbukaan dan kelapangan.

Namun, kini ia lari tunggang langgang.
Ia lari menghampiri kegelapan.
Ia lari menuju kerusakan.
Ia lari menuju kemunduran dan kemandekan.

Sekali lagi, dengarkan sajak si kura-kura.
Ia datang membawa kabar gembira.
Ia datang membawa cawan pelepas dahaga.
Ia membawa cerita penuh cinta.
Ia membawa kabar bahagia di tanah penuh bencana.

Dengarkan lagi sajak si kura-kura.
Ia membawa satu konsep keterbukaan
Ia membawa satu arti toleransi
Ia membawa beragam warna dalam satu Indonesia.

Dengarkan, dengarkan dan dengarkan!
Indonesia lahir dengan banyak warna!
Tinggalkan kata si hitam dan si putih,
Tinggalkan kata si macung dan si pesek,
Tinggalkan kata Islam maupun bukan Islam
Kembaliah pada satu tujuan
Kembalilah dalam makna kebersamaan
Kembalilah pada Arti toleransi di bumi pertiwi

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

RENUNGAN PAGI - #12

Jangan berhenti mencurigai keyakinanmu. Karena dalam menempuh kesempurnaan, tak pernah ada kata "cukup". Jangan biarkan keyakinan yang kau anggap mulia menghentikan pikiranmu, karena yang memuliakanmu di hadapan langit dan bumi adalah perbuatan mulia yang lahir dari pikiran mulia. Bila pikiran yang kau tempuh berakhir pada kebuntuan, cobalah terima hal baru yang awalnya kau anggap buruk. Karena terkadang, sampah di suatu planet adalah harta karun bagi planet lainnya. Selamat pagi.. - SALAM TOLERANSI - Oleh: Acin Muhdor