Banyak keindahan lahir dari keragaman. Itu tanda bahwa kebenaran bukan milik satu golongan. Cerita kita dimulai dari sebuah kesadaran bahwa kita dan selain kita adalah entitas yang terpisah secara lahir. Sehingga timbul rasa untuk menjadi bagian dalam penciptaan yang begitu agung.
Artinya setiap kita mampu menjadi bagian dari selain kita karena sebuah kesadaran mendalam tentang arti sebuah keragaman. Tanpa itu, kita hanya partikel kecil yang sendiri dan tersesat di tengah-tengah belantara alam.
Yang sering manusia lupakan adalah kedudukan manusia yang begitu agung, sesuai dengan kodrat yang dihimpun dalam raga yang lemah ini. Kita seringkali lupa bahwa kita bukan hanya kumpulan daging yang dialiri darah. Kita adalah kesempurnaan wujud. Kita bukan hanya apa yang tampak(lahir), di dalam diri kita juga ada nilai eksistensi yang menghubungkan raga yang lemah ini dengan Sang pencipta, yaitu Ruh(bathin).
Di paragraf pertama dalam tulisan sederhana ini, saya mengatakan bahwa cerita kita di mulai dari kesadaran tentang kita dan selain kita adalah entitas yang terpisah secara lahir. Namun kita juga harus menyadari bahwa akhir dari cerita kita tidak akan bercerita tentang lahir. Kita akan berakhir dalam ruh Ilahi yang SATU. Itulah wilayah bathin.
Saat kita menyadari keterpisahan di antara jutaan keragaman yang ada, kita telah bertoleransi. Saat kita sadar bahwa kelak kita akan bertemu dalam ruh yang SATU, sadar atau tidak sadar, kita telah memahami makna "Cinta".
- SALAM TOLERANSI -
OLEH: Acin Muhdor