Skip to main content

Keindahan Bukan Milik Satu Golongan

Banyak keindahan lahir dari keragaman. Itu tanda bahwa kebenaran bukan milik satu golongan. Cerita kita dimulai dari sebuah kesadaran bahwa kita dan selain kita adalah entitas yang terpisah secara lahir. Sehingga timbul rasa untuk menjadi bagian dalam penciptaan yang begitu agung.

Artinya setiap kita mampu menjadi bagian dari selain kita karena sebuah kesadaran mendalam tentang arti sebuah keragaman. Tanpa itu, kita hanya partikel kecil yang sendiri dan tersesat di tengah-tengah belantara alam.

Yang sering manusia lupakan adalah kedudukan manusia yang begitu agung, sesuai dengan kodrat yang dihimpun dalam raga yang lemah ini. Kita seringkali lupa bahwa kita bukan hanya kumpulan daging yang dialiri darah. Kita adalah kesempurnaan wujud. Kita bukan hanya apa yang tampak(lahir), di dalam diri kita juga ada nilai eksistensi yang menghubungkan raga yang lemah ini dengan Sang pencipta, yaitu Ruh(bathin).

Di paragraf pertama dalam tulisan sederhana ini, saya mengatakan bahwa cerita kita di mulai dari kesadaran tentang kita dan selain kita adalah entitas yang terpisah secara lahir. Namun kita juga harus menyadari bahwa akhir dari cerita kita tidak akan bercerita tentang lahir. Kita akan berakhir dalam ruh Ilahi yang SATU. Itulah wilayah bathin.

Saat kita menyadari keterpisahan di antara jutaan keragaman yang ada, kita telah bertoleransi. Saat kita sadar bahwa kelak kita akan bertemu dalam ruh yang SATU, sadar atau tidak sadar, kita telah memahami makna "Cinta".

- SALAM TOLERANSI -

OLEH: Acin Muhdor

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Beda Untuk Damai (Film Pendek)

Film ini menceritakan tentang kehidupan anak - anak yang di bumbui dengan konflik di antara mereka sampai mereka berhasil memecahkan masalah mereka....