Panggung kehidupan akan selalu seksi ketika dibungkus dengan 'kulit agama'. Fenomena agama berada di nominasi teratas.
Agama, yang seharusnya dijadikan sebagai sesuatu yang sakral justru malah digunakan sebagai alat pemanfaatan untuk tindak "kejahatan".
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan agama?
Agama berasal dari bahasa sansekerta, a = tidak; gama = kacau. Artinya tidak kacau; atau adanya keteraturan dan peraturan untuk mencapai arah atau tujuan tertentu. Atau dalam bahasa inggris disebut Religio [dari religere, Latin] artinya membalikan ikatan, memperhatikan dengan saksama; jadi agama adalah tindakan manusia untuk mengembalikan ikatan atau memulihkan hubungannya dengan Ilahi.
Dari pengertian tersebut, seharusnya tidak ada lagi orang-orang beragama yang menjadi perusak. Tidak ada orang-orang beragama yang keluar dari prinsip keadilan. Karena, agama manapun, tidak ada yang menentang kebaikan!
Jangan sampai orang-orang beragama jenuh dengan agamanya hanya karena banyaknya penganut yg menggunakan agama sebagai games yang saling menyikut hingga berada diantara kemenangan dan kekalahan.
Apapun agamamu, jangan sampai kau menjadikan agama layaknya kau bermain games. Kau jadikan agama sebagai sesuatu yang harus dimenangkan, hingga kau lupa bahwa penganut agama lain adalah saudaramu dalam kemanusiaan
Salam Toleransi
Agen Banin M