Skip to main content

Merajut Keberagaman: Murid Muslim Kunjungi Gereja

Agen Toleransi- Kamis 16 Februari lalu, terlihat sebuah pemandangan yang unik di Gereja St Antonius Kotabaru Jogja. Tampak murid-murid dari SD Budi Mulia memenuhi ruangan. Bahkan peserta kegiatan itu ada juga yang berhijab.

Seperti diberitakan brilio.net kutip dari akun Facebook parokikotabarujogja, Minggu 19 Februari 2017, pihak gereja menjelaskan jika mereka memang terbuka bagi siapapun juga untuk dikunjungi. Tak hanya sekali, Gereja St Antonius juga mendapat kunjungan serupa dari sekolah TK/Raudhatul Athfal Beniso, Karangkajen pada Sabtu 18 Februari 2017 kemarin.

kunjungan gereja kotabaru
Kegiatan ini memang terbilang unik, tujuan dari kunjungan mereka ternyata adalah dalam rangka pengenalan tentang keberagaman di Indonesia.

Pertanyaan yang diajukan oleh anak-anak itu pun beragam, seperti misalnya, ada anak yang bertanya, “Romo, orang yang tangannya dipalang di atas itu siapa?” atau “Romo, itu bunga untuk apa?” bahkan ada juga yang bertanya, “Kalau aku masuk di gereja, aku harus ngapain?”

Ada juga anak yang berkomentar “Mas, itu ada gambar”, sambil menunjuk lukisan kisah Yesus yang membangkitkan Lazarus.

kunjungan gereja kotabaru
Sontak saja pemandangan unik yang menunjukkan indahnya keberagaman dalam beragama yang diunggah oleh pihak gereja dalam akun facebooknya parokikotabarujogja ini menuai pujian dari netizen.

Seperti akun Ariyantie Puul menuliskan komentar “Sangat bagus untuk menanamkan sikap toleransi antar umat beragama pada anak…”

“Toleransi beragama memang harus ditanamkan sedari kecil…” tulis akun Utoro ‘uthe’ Heriyawan

“Indahnya toleransi dan kebersamaan antar umat..” tulis Nicolaus Novandi.

“Toleransi bukan hanya ada di buku pelajaran” imbuh akun Chandra Aden.

Sumber: SatuIslam.org

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Beda Untuk Damai (Film Pendek)

Film ini menceritakan tentang kehidupan anak - anak yang di bumbui dengan konflik di antara mereka sampai mereka berhasil memecahkan masalah mereka....