Oleh: Agen Acin Muhdor
Tanpa disangka-sangka, toleransi umat beragama muncul juga di Texas. Warga Yahudi setempat mendatangi salah satu pendiri Masjid lantaran Masjidnya terbakar.
Salah satu tokoh pendiri masjid yang terbakar, Shahid Hashmi, mengatakan, "sejumlah anggota komunitas Yahudi datang ke rumah saya, dan memberikan kunci sinagoga"
Tujuannya untuk dijadikan tempat ibadah sementara bagi umat Islam.
Kelompok Yahudi yang begitu santun pada warga Muslim itu sangat pantas bila mengklaim diri mereka sebagai Front Pembela Yahudi. Karena perbuatannya membanggakan agama Yahudi. Tapi mereka tak melakukan itu, tentu bisa diasumsikan karena bagi mereka "klaim" tak penting, yang penting kenyataan.
Coba kita bandingkan dengan moral sebagian muslimin Indonesia yang tercermin dari sekelompok orang yang merasa telah sampai pada puncak takwa.
Ada hal yang kontras dalam dua hari terakhir sebelum pemberitaan Masjid yang terbakar di Texas, ada video tentang ibu-ibu yang dipukul di bagian kepala oleh salah satu personil ormas Islam. Dengan bumbu kalimat berupa "bangsat lu!"
Pemukulan yang tidak terlalu keras itu dilakukan setelah ibu-ibu tersebut menunjukkan KTPnya, dan ternyata agama si ibu menyulut emosi pembela Islam itu. Agama ibu itu Kristen.
Sebelum disuruh perlihatkan KTP, ada yang komentar dari salah satu pembela Islam itu, "pendukung Ahok pasti ni".
Setelah seseorang mendukung Ahok, maka posisinya sebagai mahluk langsung rendah, dan wajib diminta identitasnya. Setelah ditemukan identitasnya ternyata beragama Non Muslim, maka ia halal dizolimi.
Sobat bayangkan! di saat pembela Islam ini memukul wajah orang non muslim, di belahan dunia lain umat Islam sedang disantuni oleh manusia-manusia yang oleh para "pembela Islam" ini disebut "kafir".
Sebetulnya dua peristiwa kontras ini bukan judgement universal bahwa semua Muslim pasti intoleran dan semua Non Muslim pasti toleran. Hanya reklame sederhana untuk menyadarkan kita bahwa tak selamanya Yahudi jtu brengsek, dan tak selamanya yang mengaku pembela Islam itu mulia.
http://linkis.com/kompas.com/4Qpsa
- SALAM TOLERANSI -