Skip to main content

Beragam dan Satu

Indonesia merupakan pusat jalur perdagangan dunia sejak perdagangan sudah mulai dikenal oleh manusia. Banyak sekali orang dari berbagai kewarganegaraan yang datang untuk lewat, singgah sebentar, bahkan menetap dan berkeluarga di negri ini.

Indonesia bukan hanya kaya dalam SDA saja, tapi dalam SDM juga. Yang dimaksud kaya dalam SDM disini adalah bukan kualitas manusianya, tetapi keanekaragaman etnis manusia yang ada di sini. Keanekaragaman itu disatukan di sebuah negara yang didasari asas pancasila. Oleh karena itu, toleransi merupakan hal yang sangat penting dan harus melekat secara kultural.

Perlawanan atas penjajahan di Indonesia dibagi menjadi 2 periode, yaitu sebelum 1908 dan setelah 1908. Sebelum 1908 lebih dikenal dengan perlawanan yang bersifat kedaerahan seperti perlawanan aceh, perlawanan cina, dll. Dan setelah 1908 adalah setelah berdirinya organisasi Budi Utomo yang nantinya menimbulkan banyak organisasi-organisasi lain yang akan berujung pada Peristiwa Proklamasi Rengasdenklok di rumah ir. Soekarno.

Organisasi-organisasi yang berdiri setelah Budi Utomo ada sarekat dagang islam, indiche partij, dll dan beberapa darinya didirikan oleh bukan orang indonesia asli tapi mereka mengutamakan kualitas SDM yang harus dikembangkan di Indonesia untuk dapat menyaingi penjajah dan merdeka.

Saat peristiwa proklamasi Rengasdenklok itu diawali dengan Jepang menyerah pada Perang Dunia II setelah peristiwa Hiroshima & Nagasaki. Penyerahan Jepang belum diketahui Indonesia, karena memang komunikasi internasional saat itu tidak semudah sekarang. Akhirnya Soekarno dibawa ke rengasdengklok untuk memaksakan diumumkannya proklamasi dan diamankan dari tentara Jepang. Setelah itu, mereka pergi kerumah Laksamana Maeda yang merupakan Laksamana tentara Jepang dan bukan orang Indonesia.

Dirumah Laksamana Maeda, mereka merencanakan diumumkannya Proklamasi untuk esok harinya yaitu 17 Agustus 1945 dan L. Maeda mempersilahkan mereka untuk berdiskusi di rumahnya padahal itu sudah malam hari dan itu adalah rencana “kemerdekaan”, sedangkan beliau sendiri adalah penjajah.

Dilihat dari singkatnya cerita perlawanan diatas, kita bisa lihat bahwa banyak sekali bantuan dan jasa yang dipersembahkan oleh ras dan etnis lain kepada Indonesia.

Oleh karena itu, untuk apa adanya perilaku intoleransi? Bukankah kita adalah negeri yang beradab? Bukankah kita terkenal memiliki etnisitas yang baik? Bukankah para pahlawan kita mengajarkan rasa cinta dan saling menghargai? Saudara-saudaraku, kita adalah manusia yang tinggal di satu bumi, satu tanah, dan dinaungi oleh satu atmosfer yang sama.

Tidakkah kita pernah berfikir bahwa pelangi adalah indah karena warnanya yang berbeda-beda namun satu?
Salam toleransi, dari tanah Indonesia.

Oleh: Khadijah Shabira

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Beda Untuk Damai (Film Pendek)

Film ini menceritakan tentang kehidupan anak - anak yang di bumbui dengan konflik di antara mereka sampai mereka berhasil memecahkan masalah mereka....