
Suatu hari ada yang bertanya, “Mengapa
kamu senyam-senyum terus, nanti malah dianggap gila lho?”
“Senyum itu membawa kedamaian,”
jawabku santai. Orang itu pun menganggukkan kepala, “Ooo gitu.” Ia langsung
menjauh dariku.
Tiada hari tanpa senyum. Mungkin bagi
sebagian orang yang mendambakan kedamaian dalam hidupnya, ia tak segan-segan
menghiasai wajahnya dengan senyum termanisnya. Ia lemparkan senyumannya kepada
setiap orang yang ia temui. Sebab, ia yakin bahwa dengan selalu mengembangkan
senyuman, orang lain pun akan merasa nyaman dengannya, ia pun juga nyaman.
Yups, mestinya kita juga begitu,
berbagi senyuman kepada orang lain. Tapi, kadang kita lebih sering memasang
muka cemberut, sehingga orang lain pun tak nyaman dengan kita, yang akhirnya
mereka pun menjauh dari kita, atau bisa jadi memusuhi kita, lantaran, bagi
mereka, muka cemberut kita menyebalkan, tidak menarik bahkan bikin emosi di
saat melihatnya.
Makanya, rasa-rasanya penting
sekali untuk menghiasi wajah kita dengan senyuman. Tidak mudah memang, tapi tak
ada salahnya jika kita mau mencoba. Jangan kita lihat, susah-tidaknya di saat
melakukan praktik untuk tersenyum, lakukan saja, niscaya kita akan mendapat
banyak manfaat dari senyuaman kita. Mungkin, di awal-awal kita terpaksa untuk
tersenyum, namun lama kelamaan, semua akan berjalan begitu saja, tanpa ada
rencana sebelumnya.
Di dalam bukunya yang berjudul How
To Win Friends and Influnge People, Dale Carnegie memberi kiat agar kita
mudah mendapat relasi pertemanan, bisnis dan sebagainya, salah satunya ialah dengan
selalu tersenyum. Dengan terus tersenyum, banyak orang yang akan mendekati
kita, dan sebaliknya, orang yang pelit memberikan senyumannya kepada orang
lain, akan ditinggalkan banyak orang.
Perlu dicatat, jangalah terus
tersenyum, nanti dianggapnya gila. Tersenyumlah sekedarnya, sesuai dengan
situasi dan kondisi yang ada. Akhirnya, saya harus katakan, bahwa untuk
menciptakan kedamaian di sekitar kita, dengan cara yang sederhana ialah cukup
dengan senyuman.
Mari kita tersenyum!