
Katanya negeri
ini sudah lebih baik, katanya, tapi mengapa masih banyak yang tersingkirkan dan
terabaikan dari pandangan banyak orang.
Katanya negeri
ini sudah maju, katanya, tapi mengapa masih banyak orang yang tak diberi hak
untuk bersuara, padahal ia berhak bersuara.
Katanya negeri
ini sudah adil, katanya, tapi mengapa masih banyak orang yang termarjinalkan
dan tersingkirkan, padahal mereka layak untuk dijunjung tinggi.
Katanya negeri
ini negeri yang damai, katanya, tapi
mengapa banyak orang yang merasa tak nyaman ngejalaini hidupnya.
Katanya negeri
ini punya orang cerdas, katanya, mengapa mereka tak pernah unjuk gigi.
Katanya negeri
ini kaya, katanya, tapi mengapa masih banyak yang miskin dan hidup melarat.
Ah, masalahnya
bukan karena kinerja pemerintah yang merosot, tetapi kebanyakn mereka lebih
memperhitungkan kuantitas seseorang ketimbang kualitasnya.
Mudahnya begini,
setinggi apapun kualitas seseorang, jika dari sisi kuantitasnya tak mendukung,
ia akan tetap hidup melarat, sebab kebanyakan atasan negeri ini, meski tidak
semuanya, masih menjadi budak kuantitas yang selalu berbicara untung-rugi.
#Salam toleransi