Skip to main content

Budak Kuantitas

agen toleransi

Katanya negeri ini sudah lebih baik, katanya, tapi mengapa masih banyak yang tersingkirkan dan terabaikan dari pandangan banyak orang.

Katanya negeri ini sudah maju, katanya, tapi mengapa masih banyak orang yang tak diberi hak untuk bersuara, padahal ia berhak bersuara.

Katanya negeri ini sudah adil, katanya, tapi mengapa masih banyak orang yang termarjinalkan dan tersingkirkan, padahal mereka layak untuk dijunjung tinggi.

Katanya negeri ini  negeri yang damai, katanya, tapi mengapa banyak orang yang merasa tak nyaman ngejalaini hidupnya.

Katanya negeri ini punya orang cerdas, katanya, mengapa mereka tak pernah unjuk gigi.

Katanya negeri ini kaya, katanya, tapi mengapa masih banyak yang miskin dan hidup melarat.

Ah, masalahnya bukan karena kinerja pemerintah yang merosot, tetapi kebanyakn mereka lebih memperhitungkan kuantitas seseorang ketimbang kualitasnya.

Mudahnya begini, setinggi apapun kualitas seseorang, jika dari sisi kuantitasnya tak mendukung, ia akan tetap hidup melarat, sebab kebanyakan atasan negeri ini, meski tidak semuanya, masih menjadi budak kuantitas yang selalu berbicara untung-rugi.

#Salam toleransi



Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

RENUNGAN PAGI - #12

Jangan berhenti mencurigai keyakinanmu. Karena dalam menempuh kesempurnaan, tak pernah ada kata "cukup". Jangan biarkan keyakinan yang kau anggap mulia menghentikan pikiranmu, karena yang memuliakanmu di hadapan langit dan bumi adalah perbuatan mulia yang lahir dari pikiran mulia. Bila pikiran yang kau tempuh berakhir pada kebuntuan, cobalah terima hal baru yang awalnya kau anggap buruk. Karena terkadang, sampah di suatu planet adalah harta karun bagi planet lainnya. Selamat pagi.. - SALAM TOLERANSI - Oleh: Acin Muhdor