Skip to main content

Netizen Muslim di Dunia Ramai-Ramai Kecam Serangan Paris

AgenToleransi.com, PARIS -- Para pengguna sosial media di berbagai belahan dunia ramai-ramai mengecam rangkaian serangan di Paris yang menewaskan lebih dari 150 orang. Netizen Muslim pun mengganggap serangan itu bukan bagian dari Islam. 

"Saya Muslim, agama saya Islam tidak bersalah atas kejahatan ini. Kejahatan itu tidak merepresentasikan Islam sama sekali," tulis akun @Abadi9383 dalam kicauannya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Rashid Buttha. "Saya tidak tahu ke mana dunia akan melangkah? Saya seorang Muslim mengecam tindakan mengerikan tersebut. Islam adalah agama yang damai," tulisnya. 

Akun @SaraOrphangirl yang berdomisili di Uni Emirat Arab juga memberikan pernyataan yang sama. "Saya Muslim, saya menentang setiap serangan terhadap manusia, tak peduli warna kulit atau agamanya. Ii yang diajarkan Islan kepada saya." 

Sementara Roxxie dengan akun @ThatRoxxieGirl yang berdomisi di Inggris mengaku memiliki banyak teman Muslim. "Dan saya tahu Islam adalah agama damai. Jangan dengarkan media," tulisnya. Ia juga membuat tagar "TerrorismHasNoReligion 


Source Republika

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Mereka Punya Bahasa Universal

Oleh: Aris Karisma, Comica. Suatu waktu, menjelang sore. Ketika aku duduk-duduk di teras rumah. Menikmati secangkir teh hangat. Aku tiba tiba mengerti apa yg dikatakan binatang dan tumbuhan. Mungkin ini sekedar kegilaan. Namun aku mengerti. Mereka punya bahasa yg universal, menghubungkan semua menjadi satu. Bahasa yg utuh dan bisa dimengerti tanpa dipelajari. Aku mendengar pembicaraan, seekor burung. Bagaimana ia membentangkan sayapnya & bercerita bagaimana bumi terlihat dr atas sana. Semut mengajarkan kerjasama. Sistem yg mereka jalani setiap hari. Bekerja keras, berbagi makanan, demi sesama. Dan, aku yakin ketika aku mendengar satu persatu dari binatang itu berbicara, tak ada satupun yg bercerita mengenai Agama. Mereka hanya berbicara mengenai hidup, bagaimana mengisinya, dan bagaimana mereka menjalaninya, dari hari ke hari. Aku yakin, jika aku bertemu singa, mungkin dia akan berbicara mengenai wibawa. Dan mungkin, lebah bercerita mengenai madu-madu yg dikumpulkannya. Dan, aku ...