Skip to main content

KARENA KITA INDONESIA!



KAMI INDONESIA
Saudaraku, saya Indonesia.
Bukan karena pilihanku, tapi itu takdirku.
Saya cina...Saya pribumi...Saya muslim...Saya Nasrani...Saya punya agama
Saya Indonesia.

Coba buka lembaran sejarahmu
Carikan saya fakta kalau kita tidak majemuk!

Kehadiranku, tidak pernah untuk mengancammu
Tanah ini diijinkan untuk diinjak oleh perbedaan
Perbedaan budaya...Perbedaan warna kulit...Perbedaan kepercayaan
Jadi, jangan rekat aku dengan paksa, tapi terima aku dengan rasa.
Saya menolak untuk diamkan ketidakadilan yang dibiasakan!
Perlakuan yang dibedakan!...Itu tidak pernah dibenarkan.
Seolah menyalahkan sang pencipta perbedaan.

Tunjukkan mukamu! Wahai individu-individu congkak 
yang merasa setara dengan tuhan
Kehadiranmu  hanya diperlukan untuk menguji keutuhan kami, tapi camkan ini!
Kami akan berdiri dan bangkit membela saudara kami yang teraniaya olehkaummu
Kesadaran ini sudah lama tertidur pulas
Bangun! Ayo bangun!

Dengarkan suaranya....
Dimana mayoritas bersatu dengan minoritas dalam rasa solidaritas!
Saya indonesia, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh!
Merah putih warnaku sampai akhir hidupku
SAYA... INDONESIA.
KAMI...INDONESIA.



Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Mereka Punya Bahasa Universal

Oleh: Aris Karisma, Comica. Suatu waktu, menjelang sore. Ketika aku duduk-duduk di teras rumah. Menikmati secangkir teh hangat. Aku tiba tiba mengerti apa yg dikatakan binatang dan tumbuhan. Mungkin ini sekedar kegilaan. Namun aku mengerti. Mereka punya bahasa yg universal, menghubungkan semua menjadi satu. Bahasa yg utuh dan bisa dimengerti tanpa dipelajari. Aku mendengar pembicaraan, seekor burung. Bagaimana ia membentangkan sayapnya & bercerita bagaimana bumi terlihat dr atas sana. Semut mengajarkan kerjasama. Sistem yg mereka jalani setiap hari. Bekerja keras, berbagi makanan, demi sesama. Dan, aku yakin ketika aku mendengar satu persatu dari binatang itu berbicara, tak ada satupun yg bercerita mengenai Agama. Mereka hanya berbicara mengenai hidup, bagaimana mengisinya, dan bagaimana mereka menjalaninya, dari hari ke hari. Aku yakin, jika aku bertemu singa, mungkin dia akan berbicara mengenai wibawa. Dan mungkin, lebah bercerita mengenai madu-madu yg dikumpulkannya. Dan, aku ...