Skip to main content

TEMANMU YANG BERBEDA DENGANMU ADALAH KAMU, NAK

Seorang anak bertanya pada ibunya, "Ibu, apa sih puncak dari ibadah?".

Sang ibu menjawab, "Nak, puncak dari ibadah adalah Akhlaq. Jika ibadahmu sudah benar, maka, akhlaqmu pun akan baik".

Ibu, apa sih Akhlaq itu?, Tanya sang anak.
Sang ibu pun menjawab, "anakku, akhlaq itu perilaku dalam keseharian. Tahukan kamu nak, Akhlaq itu memiliki tingkatan, dan puncak dari akhlaq adalah toleran".

Anakku, berusahalah melihat segala entitas diluar dirimu sebagai sesuatu yang penting. Sama seperti engkau menganggap dirimu sendiri penting.

Sekarang aku mengerti ibu, temanku yang berbeda denganku juga adalah aku. Ia harus aku hormati dan aku kasihi.

Ibu, aku sangat menyayangimu, sebagaimana kamu menyayangiku.

Begitulah nak, jika kau menganggap ibu sebagai bagian dari dirimu, maka yang ada dalam hati mu adalah kecintaan

Ibu, sekarang aku mengerti.

Popular posts from this blog

Komik Toleransi Untuk Anak Usia Dini

Seorang psikolog ternama, Dr. Haim Ginott memberikan ungkapan bahwa Anak-anak bagaikan semen yang basah. Apapun yang jatuh kepadanya akan meninggalkan sebuah jejak. Ketika kita memberikan wejangan seperti tontonan televis i , majalah atau komik, maka isi  di dalamnya bisa saja menjadi seperti jejak pada semen basah yang nantinya kering dan melekat dalam diri anak.  Saat ini isu-isu intoleransi hingga radikalisme merambah kebagian belahan bumi nusantara. Bahkan merambah ke dunia anak-anak, seperti buku pelajaran, buku bacaan dan lain sebagainya.(Baca: Penyebaran Radikalisme di Sekolah Bisa Melalui Buku Agama ) Kita sebagai pendidik harus menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi seorang anak yang memiliki jiwa intoleran. Demikian saya sajikan sebuah komik toleransi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. komik ini juga bisa digunakan sebagai media visualisasi untuk mengajar anak SD-SMP dalam mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam).       ...

Mereka Punya Bahasa Universal

Oleh: Aris Karisma, Comica. Suatu waktu, menjelang sore. Ketika aku duduk-duduk di teras rumah. Menikmati secangkir teh hangat. Aku tiba tiba mengerti apa yg dikatakan binatang dan tumbuhan. Mungkin ini sekedar kegilaan. Namun aku mengerti. Mereka punya bahasa yg universal, menghubungkan semua menjadi satu. Bahasa yg utuh dan bisa dimengerti tanpa dipelajari. Aku mendengar pembicaraan, seekor burung. Bagaimana ia membentangkan sayapnya & bercerita bagaimana bumi terlihat dr atas sana. Semut mengajarkan kerjasama. Sistem yg mereka jalani setiap hari. Bekerja keras, berbagi makanan, demi sesama. Dan, aku yakin ketika aku mendengar satu persatu dari binatang itu berbicara, tak ada satupun yg bercerita mengenai Agama. Mereka hanya berbicara mengenai hidup, bagaimana mengisinya, dan bagaimana mereka menjalaninya, dari hari ke hari. Aku yakin, jika aku bertemu singa, mungkin dia akan berbicara mengenai wibawa. Dan mungkin, lebah bercerita mengenai madu-madu yg dikumpulkannya. Dan, aku ...