Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2016

Izinkan Saya Menyapa Saudara Non Muslim

Ada politik di setiap langkah kita, harusnya itu disadari. Supaya tak kagetan menyikapi politik di luar diri kita. Beberapa aktor politik yang sedang diuji dengan popularitas yang "parsial", dimanfaatkan untuk mengelabui opini demi beberapa tujuan. Awalnya kita hanya memahami bahwa sebagian besar gerak politik hanya untuk mengeruk uang, di situ "uang" menjadi "alat" sekaligus "tujuan", tentunya ditopang oleh mediasi yang lebih besar yaitu "kekuasaan". "Politik uang" dalam waktu sekejap berubah menjadi "politik ayat". Kalian saudara-saudara non-muslim berusaha dilibatkan dalam hal ini. Dan saya melihat ketangguhan dalam diri kalian, saya bangga dengan kalian. Masih banyak yang dapat melihat peristiwa secara menyeluruh. Tetap bertahan dalam kebaikan dan Toleransi. Hati-hati, jangan terpengaruh. Saya lanjutkan. Genosida mental paling ampuh jika dibenturkan dengan konflik antar agama. Ada yang mengharapkan kit...

Jalan-Jalan Agar Toleran

Traveling adalah salah satu cara untuk mengenali makna Toleransi. Sadar atau tidak, kita hidup di dunia yang penuh dengan perbedaan. Sehingga, pikiran yang terbuka dan sikap saling menghargai harus tertanam dalam diri setiap manusia. Perbedaan bukan sesuatu yang meniscayakan timbulnya perpecahan, justru persatuan akan semakin indah dengan adanya perbedaan. Menularkan dan mengajarkan sikap toleransi rasanya sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang menghargai perbedaan. Kewajiban ini bahkan sama urgennya dengan kewajiban mencegah generasi bangsa dari bahaya narkoba dan korupsi. Sebagai orangtua, selayaknya menanamkan nilai-nilai toleransi pada anaknya sejak dini. Sebagai seorang guru, tampilkan sikap toleransi yang dapat dijadikan contoh bagi sang murid dalam kehidupannya. Sebagai teman, ajak dan tunjukkan sikap menghargai orang lain dan menghargai perbedaan. Sebenarnya, ada banyak cara untuk belajar bagaimana menumbuhkan nilai toleransi. Salah satunya adalah d...

Tahukah Kamu? Kamu Sepenting Aku

Tahukah Kamu? Kamu itu sangat penting Sama, sepenThink aku. Agen Toleransi- Kawan, dunia ini berlangsung dalam logika cermin. Jadi, apa yang kamu lakukan, maka akan memantul kembali untuk kamu rasakan. Jika saat ini kamu tersenyum di depan cermin, maka kamu akan menerima senyuman. Dan jika kamu cemberut di depan cermin, kamu jugaa akan menerima cemberutan. Jika kamu menganggap penting seseorang saja. Maka, kamu akan dianggap penting pada seseorang. Dan, jika kamu menganggap penting banyak orang. Maka, akan banya juga yang menganggap penting dirimu. Setingkat apa kamu menaruh perhatian dan menganggap penting bagi dirimu, maka, setingkat itu pula sesuatu itu pula sesuatu itu memberi perhatian dan menganggapmu penting di hadapannya. Hai kawan!!! Kamulah yang memposisikan dirimu sepenting apa dihadapan sesuatu. Mengapa lahir orang-orang pintar? Karena ia mementingkan ilmu sedemikian rupa, sehingga ilmu memberikan perhatian padanya dan menjadikannya penting d...

Mari Belajar Toleransi dari Informasi DNA

Banyak dari kita lebih mudah memikirkan hal-hal yang membuat kita terpisah-pisah dibandingkan memikirkan hal-hal yang menyatukan kita. Padahal ada lebih banyak kesamaan yang kita miliki daripada perbedaan yang menyulut perpecahan diantara kita. Pesan toleransi sebenarnya ada dimana-mana, bahkan dari dalam diri kita sendiri. Mari belajar toleransi dari keajaiban DNA...    DNA adalah suatu asam nukleat yang menyimpan segala informasi biologis yang unik dari setiap makhluk hidup dan beberapa virus. Struktur kimianya berupa makromolekul kompleks yang terdiri atas 3 macam molekul, yaitu gula pentosa (deoksiribosa), asam fosfat, dan basa nitrogen. Peran utama dari molekul DNA adalah penyimpanan jangka panjang informasi. DNA sering dibandingkan dengan satu set cetak biru atau resep, atau kode, karena berisi instruksi yang dibutuhkan untuk membangun komponen lain dari sel, seperti protein dan molekul RNA. [1] Setiap orang memiliki kode DNA yang unik. Tidak ada dua orang ya...

Sebelum Berdiskusi, Perhatikan Ini

- SEBELUM BERDISKUSI, PERHATIKAN BEBERAPA HAL INI - Berdiskusi itu mengurai kekusutan konsep yang sedang diperdebatkan. Merasa tidak mungkin keliru hanya menjadikan kita tak berdaya memahami konsep yang sedang didiskusikan. Ketika sudah merasa benar, seharusnya jangan masuk area diskusi. Karena itu akan menganggu kenyamanan lawan diskusi. Fanatik menyebabkan akal tak dapat mencerna akar masalah. Bila kita bangga dengam "kebenaran" versi kita yang belum teruji, kita akan semakin jauh dari kebenaran hakiki. Menuding orang lain atas data yang kita terima. Seolah dia tak punya data? Baca tutorial bunuh diri yang baik dan benar!. Persepsi terhadap suatu peristiwa perlu digodok. Seperti pisau dan asahannya. Persepsi yang digodok semakin mendekati valid dan akal kita akan semakin terasah Oleh: Acin Muhdor - SALAM TOLERANSI -

Antara Teks Dan Konteks

Akal mengawal prilaku, membatasi sikap agar tidak melampaui batasan norma. Teks ayat maupun hadis, sebagian bisa langsung mengawal prilaku. Sebagian lain membutuhkan penalaran. Penalaran terhadap teks dilakukan untuk mengenali konteksnya. Karena konteks tidak tersurat dalam teks maka harus diupayakan se maslahat mungkin. Agama, bila dipahami hanya sebagai teks. Maka Anda tidak akan mendapatkan ketentraman. Penganut Agama yang hanya bersandar pada teks (tanpa penalaran) hanya mampu berkumpul dan meneriakkan huruf-huruf mati. Agama bisa dipahami sempurna bila teksnya secara eksplisit dibaca dengan baik, maknanya yang tersirat dipahami dengan baik. Setelah itu, reaksi dari prilaku beragama yang sempurna adalah menebar kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah. Oleh Acin Muhdor - SALAM TOLERANSI -