Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

Persatuan

    Semua manusia pada dasarnya sama. Membedakan perlakuan terhadap sesama manusia hanya karena warna kulit, bentuk fisik maupun lainnya adalah sebuah kesalahan. Tuhan menciptakan manusia berbeda dan beragam. Perbedaan itulah anugerah yang harus kita syukuri. Mengapa kita harus bersyukur dengan keragaman itu? Dengan keragaman, kita menjadi bangsa yang besar dan arif dalam bertindak. Agar keberagaman bangsa Indonesia juga menjadi sebuah kekuatan, kita bangun keberagaman bangsa Indonesia yang dilandasi oleh persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.     Persatuan dan kesatuan di sebuah negara yang beragam dapat diciptakan salah satunya dengan perilaku masyarakat yang menghormati keberagaman bangsa dalam wujud perilaku toleran terhadap keberagaman tersebut. Sikap toleransi berarti menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda. Toleransi sejati didasa...

Sebutan-Sebutan Haqiqi

"Sebutan-Sebutan Hakiki" Disebut pahlawan bukan karena cara mati yang dipilihnya, tapi karena cara hidup yang dipilihnya. Disebut berkorban bukan karena memberikan sesuatu yang diperlukan orang lain, tapi karena memberikan sesuatu yang ia sendiri memerlukannya. Disebut berani bukan karena menang menghadapi lawan, tapi karena tenang menghadapi lawan. Disebut percaya diri bukan karena atribut atau asesoris yang menunjang dirinya tapi karena dirinya tak perlu ditunjang atribut dan asesoris. Disebut pandai bukan karena banyaknya ilmu yang dimilikinya, tapi karena banyaknya orang yang dipahamkannya. Disebut baik bukan karena orang lain menilainya baik tapi karena ia menilai orang lain baik. Disebut toleran bukan hanya karena menerima pendapat orang lain, tapi karena mengganti pendapat sendiri bila pendapat orang lain lebih logis. Disebut kekasih idaman bukan karena selalu membuatmu senang tapi karena membuatmu matang dan tenang. Disebut cantik bukan ...

Keberagaman dan Toleransi

         Hidup berdampingan antarumat beragama bukanlah hal yang sulit diwujudkan. Pengalaman publik memperlihatkan perbedaan agama bukanlah kendala untuk menjalin hubungan sosial yang produktif. Di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam beberapa hal dinilai tidak mendorong tumbuhnya kepercayaan sosial di antara kelompok yang berbeda identitas.     Hubungan antar umat beragama sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya kepercayaan sosial (social trust ) yang terbangun di antara individu warga dan antar kelompok di masyarakat. Kepercayaan sosial antar-kelompok agama telah tumbuh berkembang di bumi Nusantara sejak berabad-abad lampau. Di Banten, misalnya, masih terdapat warisan toleransi agama yang dibangun pada abad ke-17. Di desa Pamarican, Kabupaten Serang, berdiri Wihara Avalokitesvara yang tereletak tak jauh dari Masjid Agung Banten. Wihara itu dibangun tahun 1652 oleh Sultan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati untuk menghor...

Potret Toleransi Antar Umat Beragama di Desa Ngargoyoso Jateng

Sebuah potret toleransi antar-umat beragama ditunjukkan oleh sebuah desa di Kabupaten Karanganyar dan menjadi contoh rukunnya kehidupan antar umat beragama. Tiga tempat ibadah berbeda berdiri saling berdampingan. Komunikasi antar pemuka agama menjadi kunci toleransi di desa tersebut.     Ketiga tempat ibadah itu adalah masjid Al Mu'min, gereja Sidang Jemaat Allah Pancaran Berkat, dan pura Agra Bhadra Darma.     Bangunan-bangunan tersebut berdiri di lahan tanah kas Desa Ngargoyoso sejak belasan tahun silam. Meski saling berdampingan, tak pernah terjadi gesekan antarumat beragama. Mereka hidup saling menghargai dan menghormati satu sama lain.     Kunci keharmonisan antara umat Islam, Kristen, dan Hindu ini adalah komunikasi antarpemuka agama. Bahkan pada Hari Raya Idul Fitri, pihaknya meminta pihak majelis gereja untuk memajukan kegiatan peribadatan sebagai upaya toleransi terhadap umat muslim yang menjalankan salat Id. (Ed: Sarasdewiq) ...

Beragama dalam Keberagaman

  Indonesia, negara yang penuh keragaman dalam bungkus kebhinekaan. Terbentuk dari berbagai ragam suku, ras, agama dan aliran. Oleh karena itu,   tidak bisa suatu suku, ras, agama ataupun aliran tertentu mengklaim negara Indonesia sebagai miliknya. Tak terkecuali dengan masyarakat pemeluk Islam, meskipun dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Jika salah satu agama atau suku mengklaim Indonesia, itu berarti telah menafikan yang lain. Kita harus ingat perjuangan berat para pahlawan terdahulu, a gar   kita tetap menjadi bangsa yang maju dengan menghargai  perjuangan masa lalu.         Kita perlu menyadari bahwa s aat ini terdapat sekelompok orang yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Dalam hal, ini Islam versi kelompok tertentu. Islam yang penuh dengan benci dan caci . Padahal, Islam adalah agama yang penuh rahmat, agama yang penuh dengan kasih dan sayang. Oleh karena tidak semua masyarakat Indonesia ...