Skip to main content

Posts

Event Agen Toleransi #Nobar

Hay Guys.... Buat kamu kamu yang mau hadir nonton bid'ah cinta dan sudah booking tiketnya. kami menginformasikan untuk mengikuti event yang kami selenggarakan. gimana caranya? 1. Setelah acara/saat acara kmu selvie di TKP serta di dalam foto itu diberi Captur #NobarMUBIN #NobarAgenToleransi. Setelah itu share keseruan Nobar Kamu di twitter dengan hastag #NobarMUBIN #NobarAgenToleransi CC twitter @AgenToleransi  2. Like Fane Page Agen Toleransi https://web.facebook.com/AgenToleransi/ 3. Follow Twitter Agen Toleransi 4. Share Laman ini ke teman-teman kamu yaa... Pemenangnya akan diumumkan H+1 Semoga kamu beruntung!

Senyuman Membawa Kedamaian

Suatu hari ada yang bertanya, “Mengapa kamu senyam-senyum terus, nanti malah dianggap gila lho?” “Senyum itu membawa kedamaian,” jawabku santai. Orang itu pun menganggukkan kepala, “Ooo gitu.” Ia langsung menjauh dariku. Tiada hari tanpa senyum. Mungkin bagi sebagian orang yang mendambakan kedamaian dalam hidupnya, ia tak segan-segan menghiasai wajahnya dengan senyum termanisnya. Ia lemparkan senyumannya kepada setiap orang yang ia temui. Sebab, ia yakin bahwa dengan selalu mengembangkan senyuman, orang lain pun akan merasa nyaman dengannya, ia pun juga nyaman. Yups, mestinya kita juga begitu, berbagi senyuman kepada orang lain. Tapi, kadang kita lebih sering memasang muka cemberut, sehingga orang lain pun tak nyaman dengan kita, yang akhirnya mereka pun menjauh dari kita, atau bisa jadi memusuhi kita, lantaran, bagi mereka, muka cemberut kita menyebalkan, tidak menarik bahkan bikin emosi di saat melihatnya. Makanya, rasa-rasanya penting sekali untuk menghiasi waj...

Sejatinya Kita Masih Tersesat

Meminjam Istilah Cak Nun, bahwa kebanyakan kita itu lebih banyak tidak tahu ketimbang tahu. Artinya, kita mengetahui sedikit hal, dan tidak mengetahui banyak hal. Itulah manusia. sederhanya, setelah kita menyadari bahwa diri kita ini lebih banyak tidak tahunya ketimbang tahu, lalu buat apa kita bersikap menjadi ‘sok tahu’ dan menegasikan kelompok lain yang dengannya kita juga tidak tahu. Buat apa saling menyesatkan kalau sejatinya kita sendiri tidak tahu permasalahan yang kita sesatkan. Buat apa saling mengkalaim dirinya benar, lalu menganggap orang lain salah, sesat bahkan kafir, kalau sejatinya dirinya sendiri adalah orang jahil, kalau bahasa kasarnya, orang bodoh. Buat apa mengkalim bahwa surga bakal ia raih, kalau sebenarnnya ia tidak tahu apakah surga itu benar-benar untuknya atau bukan. Yups, kemabli ke pokok pemasalahan, bahwa sesungguhnya  kita hanya manusia yang sedikit ilmu, tidak banyak tahu akan segala hal. Oleh karenanya, setelah kita menyadari bahwa kita...

Khan Academy

Salman Khan (Sal Khan) bisa memasukkan nama Bill Gates sebagai salah satu penggemarnya. Khan bukan jawara Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang menemukan Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan Android. Khan cuma seorang guru. Khan menghabiskan waktunya di sebuah bekas toilet mini yang ia sulap menjadi studio rekaman sekaligus perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2 meter itu adalah think thank yang dia sebut: bgC3. Di ruang sesak inilah Khan menghabiskan waktunya bersama dua komputer, headphone di telinga, kaus tidur dan piyama, menunggu siang sambil membaca buku atau membuat video. “Orang ini luar biasa,” kata Gates dalam e-mailnya. “Dia mengerjakan banyak hal dengan sumber daya yang amat terbatas.” Mengapa Khan begitu dikagumi Bill Gates? Gates dan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun, Rory, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan, dari video aljabar sampai biologi. Yang membuat kagum Gates adalah sosok Khan yang meni...

- RENUNGAN PAGI - #19

Jalan yang lurus 100% hanya ada dalam konsep. Di bumi yang Tuhan bentangkan justru tak akan pernah kita temukan itu. Tuhan sengaja ciptakan akal yang memproduksi banyak kemungkinan dan konstruksi pikiran yang darinya lahir jalan raya dengan banyaknya lika-liku, seperti: belok kanan belok kiri, putar balik, perempatan, pertigaan dsb. Semua dianugerahkan, agar kita sadar bahwa ketika kita berada pada sebuah jalan yang (kita anggap) benar, bukan kita satu-satunya yang berjalan di sana. Selamat pagi.. - SALAM TOLERANSI - Oleh: Acin Muhdor

Hati yang Bersih Melahirkan Tindakan yang Baik

Mengutip sebuah pendapat dari Ibn ‘Arabi, ia mengatakan, bahwa puncak kemuliaan manusia—sesuai dengan hadis takhallaqu bi akhlak Allah —adalah berakhlak (baca: bermoral) dengan Akhlak Allah. Dan Muhammad Saw. adalah manifesatasi puncak dari akhlak Allah itu sendiri. Tak bisa kita bantah lagi, bahwa akhlak (moral) merupakan ihwal penting yang harus dimiliki setiap orang. Gampangnya, akhlak dipahami sebagai tindakan yang baik yang lahir dari hati yang baik pula. Bisa dipastikan, jika hati seseorang baik, niscaya tindakannya pun juga baik. Boleh jadi, tindakan yang buruk itu lahir dari hati yang buruk juga. Walhasil, baik-buruk tindakan seseorang itu bergantung pada hati dan hal-hal yang terkait dengan sisi batiniyah -nya. Jika begitu, kita bisa menarik kesimpulan, bahwa tindakan buruk seseorang ( su’ul fi’li ) mencerminkan adanya sebuah anomali di dalam sisi jiwanya. Seperti tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sebagian saudara-saudara seiman atau se-manusi...

Sikap Intoleran Menentang Fitrah?

Setiap manusia dibekali komponen yang menjadi penyempurna dalam dirinya. Seperti akal. Dengan akal manusia bisa menjadi makhluk sempurna dibanding dengan makhluk lainnya, setamsil binatang. Di dalam ilmu logika, akal disebut-sebut sebagai pembeda ( fashl ) antara manusia dengan makhluk lainnya, yang kalau kita definisikan  dari manusia berarti ‘binatang yang berpikir’ ( al-insan hayawanu an-nathiq ). Dari sini, kita bisa memahami bahwa manusia itu sempurna dengan kehadiran akal yang ada dalam dirinya. Tanpa akal, ia tak ubahnya seperti binatang pada umumnya. Di samping sempurna dengan akal, ia sempurna dengan kehadiran sifat penyayang, pendamai yang tersemat dalam dirinya. Tentunya, masih ada lagi komponen yang dapat berperan sebagai penyempurna manusia, tetapi di sini saya hanya akan menyinggung soal keduanya, yang telah saya paparkan di atas. Jika  begitu, hendaknya akal dan sifat penyayang itu bisa berjalan secara sinergi, bekerja sama dalam diri seseoran...