Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2016

Indonesi Bumi Toleransi

Indonesia Bumi Toleransi. Kala dahulu berjuang pemuda-pemudi Indonesia Suara penting memanggil pemuda-pemudi bangsa Serak suara ini Tak mampu keras keluar suara ini ... Tetapi ... Reruntuhan suara Tak mengalahkan aksi Kami Berjuang dan berjuang Untuk bangsa Indonesia .. Indonesia!!!... Merdeka sejak lama .. Kami tak lupa cara merdeka  Kami tak lupa cara berjuang Kami tak Lupa juga cara bertingkah  Memberi kehormatan kepada kemerdekaan Seperti para pahlwan dunia Pahlawan bangsa Indonesia Yang menjunjung tinggi Persatuan Di Atas banyak berbedaan ...  Indonesia!!!  Banyak perbedaan..  Tapi hidup dengan satu prinsip pancasila Indonesia Bumi Toleransi Kami bergerak dengan satu visi Visi tauhid itulah ideologi kami .. Visi persatuan Itulah budaya kami ... Perkenalkanlah Kami ...  Yang membaur cinta kasih Di atas relung kehidupan bersama Satu Aksi Satu Persatuan Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Budaya" Salam Age...

Benarkah Muslim Mayoritas Di Indonesia?

Benar, bila dilihat dari yang menyatakan beragama Islam di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Benar bila dikaitkan dengan warga yang melakasanakan upacara nikah dengan cara  Islam . Barangkali benar juga bila dilihat dari jumlah orang yang melaksanakan sholat wajib lima waktu, puasa Ramadhan, dan rukun Islam lainnya. Indonesia yang memiliki 800,000 masjid dan mushola, barangkali juga bisa dibilang sebagai negeri dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Kuota haji kita diatas 200,000 adalah kuota haji terbesar diantara negeri-negeri dengan penduduk Muslim di dunia. Namun, bila kepada kita dihadapkan beberapa pertanyaan berikut, kita jadi bertanya-tanya apakah benar mayoritas penduduk negeri ini Muslim? Bila mayoritas Muslim, mengapa bangsa ini tidak menghendaki negara ini menjadi negara Islam dan mengubah konstitusinya? Mengapa dalam setiap pemilu pasca reformasi, jumlah seluruh suara parta-partai Islam dan berbasis Islam nyaris tidak pernah lebih dari 30%? Mengapa tidak semua perempu...

Tangkal Radikalisme, Ini Harapan KWI kepada Menag

Agen Toleransi —Jakarta (18/3) Sejumlah Pengurus Pusat Konferensi Waligereja Indonesia ( KWI ) menemui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Kedatangan tersebut bertujuan untuk menyampaikan keprihatinan mereka atas marak dan berkembangnya radikalisme di Tanah Air. “Beberapa kejadian seperti gagalnya pemutaran film dokumenter tentang Borobudur, di beberapa tempat karena didemo, rusuhnya pendirian rumah ibadah, bahkan kurangpahamnya beberapa kepala daerah tentang undang-undang pendirian rumah ibadah dan lain sebagainya, menambah keprihatinan kami,” kata Sekretaris Eksekutif  KWI  Rm Yr Edy Purwanto. Ikut dalam rombongan  KWI tersebut , RM G Suprapto (Komisi Kerawam) dan RM Agus U (Komisi  HAK ). Sementara Menag didampingi oleh Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi dan Direktur Urusan Agama Katolik SP Simbolon.  Menurut Edy, jika pada 1970-an dan 1980-an masyarakat  bisa hidup rukun, saling mengerti dan memahami, bahkan ada juga yang merayakan h...

Pentingnya Guru Ajarkan Toleransi

Agen Toleransi- Indonesia sebagai negara multikultural dan memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda namun tetap satu jua) saat ini sedang menghadapi tantangan berat berupa makin maraknya penyebaran pemahaman intoleran dan radikal. Ironisnya, pemahaman-pemahaman intoleran ini justru banyak tersebar di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Padahal, sudah menjadi kewajiban guru untuk mendidik anak-anak didiknya agar berkarakter toleran, sebagaimana cita-cita Indonesia. Para penyebar pemahaman intoleran menyadari bahwa, lewat guru-lah sebagai langkah yang efektif untuk mempengaruhi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, para oknum penyebar intoleran menyebarkan pahamnya lewat guru. Kenapa Perlu  Toleran? Kita harus menyadari bahwa Indonesia terdiri dari beragam agama, mazhab, suku, budaya, ras, aliran dan bahasa. Jika salah satu diantaranya menguat tidak menerima perbedaan, meskipun dia adalah mayoritas sudah pasti yang terjadi adalah perpeca...

Rindu Kedamaian dan Toleransi

Agen Toleransi- Bukan tanpa alasan para pendiri bangsa berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Bukan pula tanpa alasan para pendiri bangsa yang tergabung dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) membentuk panitia sembilan untuk merancang UUD 1945 Republik Indonesia. Satu diantara tujuan yang lain adalah untuk menciptakan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Hal itu tertuang dalam pembukaan UUD 1945. "Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial” (petikan dari pembukaan UUD 1945). Kita perlu meresapi apa sebenarnya yang diinginkan para pendiri bangsa dan yang terkandung di dalam dasar konstitusi Negara. Mereka para pendiri bangsa menyusun p...

Penyebar Hate Speech dalam Ceramah Agama Perlu Disadarkan

Agen Toleransi- Di tengah-tengah maraknya sikap intoleran yang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini, akhirnya pihak kepolisian sebagai aparat yang bertanggung jawab sebagai penjaga keamanan Nasional buka suara. Menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan bahwa terdapat keterbatasan dari mereka untuk menangani konflik agama yang membawa nama agama. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan diskusi  pada Selasa 8 Maret 2016 lalu. Badrodin mengatakan, anggota yang menangani kasus atau konflik berbasis agama ada dua golongan. Yaitu, anggota yang paham dan tegas dalam menghadapi konflik tersebut dan anggota yang tidak paham.  (Baca:  Diprotes Ormas, Diskusi SEJUK Soal Ujaran Kebencian Dibatalkan Polisi ) Kepolisian menemui kesulitan ketika dihadapkan pada debat-debat dengan dalih agama, tentu saja akan kalah dengan mereka yang paham. Namun untuk adu argumentasi tentang hukum tidak masalah. Di samping itu, kata dia, tidak menutup kemungkinan juga tida...

Masjid Agung Jami' Singaraja: Saksi Bisu Indahnya Toleransi Beragama di Pulau Dewata

Warga Bali mungkin sudah familiar dengan Masjid Agung Jami' Singaraja yang terletak di Jalan Imam Bonjol 65, Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng. Masjid ini didirikan pada tahun 1846M pada masa pemerintahan Raja Buleleng A.A. Ngurah Ketut Jelantik Polong seorang penganut agama Hindu. Masjid ini berdiri megah dan menurut beberapa cerita mengatakan bahwa tersimpan Mushaf Al Qur'an yang ditulis tangan sendiri oleh salah satu keturunan Raja Buleleng yg memeluk agama islam yaitu  A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie. Isi dari Mushaf tidak ada perbedaan, hanya saja bagian kaligrafi berbentuk khas Hindu. Mesjid ini merupakan saksi bisu betapa indahnya toleransi beragaa di pulau Bali. Mengapa? Salah satu buktinya adalah bahwa pintu kayu berukir warna hijau yang ada digerbang Masjid dalam foto diatas merupakan pemberian keluarga Kerajaan di Buleleng ketika pertama kali masjid  tersebut dibangun. Pada zaman Raja Buleleng, semua pengaturan pelaksanaan diserahkan kepada sa...

Memperkuat Karakter Bangsa dengan Pancasila

Agen Toleransi- Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimilikinya. Hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampu menjadikan dirinya sebagai bangsa yang memiliki martabat dan disegani oleh bangsalain. Oleh karena itu, menjadi bangsa yang berkarakter merupakan keinginan sekaligus kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia untuk mempertahankan Indonesia. Keinginan menjadi bangsa yang berkarakter sesunggungnya sudah lama tertanam pada bangsa Indonesia. Para pendiri negara menuangkan keinginan itu dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-2 dengan pernyataan yang tegas, yakni;  "...mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur." Dari sini kita bisa memahami bahwa para pendiri negara menyadari bahwa hanya dengan menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmurlah bangsa Indonesia mampu menjadi bangsa yang bermartabat dan dihormati bangsa lain...